Jumat, 15 Mei 2026

Raksasa Properti Tiongkok Evergrande Tangguhkan Perdagangan Lagi

Penulis : Grace El Dora
21 Mar 2022 | 11:29 WIB
BAGIKAN
Tanda Evergrande Center diterangi sebagian di gedung Evergrande Center, Shanghai, beberapa waktu lalu. Raksasa pengembang properti Tongkok yang bermasalah dan semua unitnya menangguhkan perdagangan di bursa Hong Kong pada 21 Maret 2022, menurut pemberitahuan ke bursa saham. (FOTO: HECTOR RETAMAL / AFP)
Tanda Evergrande Center diterangi sebagian di gedung Evergrande Center, Shanghai, beberapa waktu lalu. Raksasa pengembang properti Tongkok yang bermasalah dan semua unitnya menangguhkan perdagangan di bursa Hong Kong pada 21 Maret 2022, menurut pemberitahuan ke bursa saham. (FOTO: HECTOR RETAMAL / AFP)

HONG KONG, investor.id – Raksasa pengembang properti Tiongkok yang bermasalah Evergrande dan semua unitnya kembali menangguhkan perdagangan Senin (21/3) pagi di bursa Hong Kong, menurut pemberitahuan ke bursa saham.

Perusahaan properti Tiongkok tersebut telah berjuang di tengah upaya pemerintah Tiongkok untuk mengekang utang yang berlebihan di sektor real estat, ditambah spekulasi konsumen yang merajalela.

Evergrande menjadi satu di antara sejumlah perusahaan yang terlibat dalam krisis. Perusahaan tersebut sedang terlibat dalam negosiasi restrukturisasi, setelah menanggung kewajiban US$ 300 miliar.

ADVERTISEMENT

Pada Senin, perusahaan mengumumkan bahwa perdagangan saham akan dihentikan tanpa memberikan alasan.

“Dengan demikian, semua produk terstruktur yang berkaitan dengan perusahaan juga akan dihentikan dari perdagangan pada saat yang sama,” tulis pemberitahuan kepada Bursa Efek Hong Kong, Senin.

Saham Evergrande Property Services Group dan China Evergrande New Energy Vehicle Group ditangguhkan.

Penangguhan ini menjadi yang kedua tahun ini, sebelum kewajiban pembayaran sebesar US$ 2 miliar yang diharapkan pada Rabu (23/3), dilanjutkan dengan pembayaran bulan berikutnya senilai US$ 1,4 miliar.

Pengembang tersebut diberi label sebagai gagal bayar (default) oleh perusahaan pemeringkat internasional pada Desember 2021, setelah gagal membayar kewajiban tepat waktu.

Sebelumnya, perusahaan kesulitan membayar pemasok dan kontraktor karena krisis utang. Ini menuai kritik berkelanjutan, mulai dari pembeli rumah dan investor di markas grup Shenzhen pada September 2021.

Perusahaan telah berulang kali mengatakan akan menyelesaikan proyeknya dan menyerahkan properti kepada pembeli, dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan perusahaan dari utang.

Tetapi pada Januari 2022, pihak berwenang memerintahkan perusahaan untuk merobohkan 39 bangunan di Pulau Hainan karena bangunan tersebut dibangun secara ilegal di kepulauan buatan di pusat wisata.

Perusahaan telah mencoba menjual aset, dengan kepala perusahaan Hui Ka Yan melunasi sebagian utang menggunakan kekayaan pribadinya.

Kesengsaraan Evergrande memiliki efek knock on di seluruh sektor properti Tiongkok. Beberapa perusahaan kecil juga gagal membayar pinjaman, sementara perusahaan lainnya berjuang untuk menemukan cukup uang untuk melakukan pembayaran.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan pada akhir Januari 2022 bahwa krisis pendanaan properti dapat memiliki efek limpahan pada ekonomi dan pasar global yang lebih luas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 50 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia