Jumat, 15 Mei 2026

Gazprom Rusia Hentikan Gas ke Polandia, Bulgaria

Penulis : Grace El Dora
27 Apr 2022 | 16:05 WIB
BAGIKAN
Logo raksasa energi Rusia Gazprom di salah satu SPBU di Moskow, Rusia. (FOTO: KIRILL KUDRYAVTSEV / AFP)
Logo raksasa energi Rusia Gazprom di salah satu SPBU di Moskow, Rusia. (FOTO: KIRILL KUDRYAVTSEV / AFP)

MOSKOW, investor.id – Raksasa energi Rusia, Gazprom, mengatakan telah menghentikan semua pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria yang sangat bergantung dengan sumber energi tersebut. Pasalnya, perusahaan tidak menerima pembayaran dalam mata uang rubel dari dua anggota Uni Eropa (UE) tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu mengatakan Rusia hanya akan menerima pembayaran untuk pengiriman dalam mata uang nasionalnya. Pembeli juga diharuskan membuat rekening rubel, atau mematikan keran gas ke negara-negara yang tidak menurutinya.

Gazprom mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya memberi tahu operator gas Bulgargaz milik pemerintah Bulgaria serta perusahaan gas PGNiG Polandia tentang penangguhan pasokan gas mulai 27 April 2022, hingga pembayaran dilakukan dalam rubel.

ADVERTISEMENT

“Mulai 1 April, pembayaran untuk gas perlu dilakukan menggunakan rincian bank baru, yang diberitahukan kepada rekanan secara tepat waktu,” kata Gazprom, Rabu.

Raksasa energi itu juga memperingatkan bahwa jika pemerintah Bulgaria atau Polandia melakukan penarikan tidak sah dari gas Rusia yang sedang transit ke negara ketiga, maka persediaan untuk transit akan dikurangi dengan volume tersebut.

Baik Polandia dan Bulgaria hampir sepenuhnya bergantung pada Rusia untuk konsumsi gas tahunannya. Pemerintah kedua negara mengonfirmasi telah mendapat pemberitahuan oleh Gazprom pada Selasa (26/4) bahwa pasokan akan dihentikan pada hari berikutnya.

Kementerian Ekonomi Bulgaria mengatakan negara itu telah sepenuhnya memenuhi kewajiban. “Dan telah melakukan semua pembayaran yang diperlukan berdasarkan kontrak saat ini, secara tepat waktu,” terangnya.

Di pihak lain, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan bahwa fasilitas penyimpanan gas negara tersebut sudah 76% penuh. Ia mengatakan, negara itu siap untuk mendapatkan pasokan yang diperlukan dari sumber selain pipa Yamal.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 50 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia