UE Tidak Akan Bayar Gas Rusia dengan Rubel
BRUSSEL, investor.id – Uni Eropa (UE) memperingatkan bahwa negara-negara anggota Senin (3/5) untuk mempersiapkan kemungkinan gangguan total pasokan gas dari Rusia. Pihaknya bersikeras tidak akan menyerah pada permintaan Rusia bahwa impor dibayar dengan mata uang rubel.
Komisi Eropa pada Selasa (3/5) akan mengusulkan sebuah paket sanksi baru kepada negara-negara anggota. Tujuannya untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangan Ukraina, termasuk embargo minyak Rusia, kata para pejabat.
Tetapi pertemuan para menteri energi dan lingkungan di Komisi Eropa pada Senin (2/5) membahas masalah gas alam Rusia yang lebih besar dan berpotensi lebih rumit. Sementara itu, beberapa negara termasuk ekonomi utama UE Jerman bergantung pada sebagian besar pembangkit listrik mereka.
Pemerintah Rusia telah menuntut klien dari yang disebutnya negara-negara yang tidak bersahabat, termasuk negara-negara anggota UE, membayar gas dengan mata uang rubel sebagai cara untuk menghindari sanksi keuangan Barat terhadap bank sentralnya. Pihaknya telah memangkas pasokan gas Bulgaria dan Polandia saat ini.
Setelah pembicaraan, ketua pertemuan dan menteri transisi ekologi Barbara Pompili bersama komisaris energi Eropa Kadri Simson mengatakan bahwa 27 negara anggota bersatu dengan Polandia dan Bulgaria dan akan menimbun gas untuk bersiap menghadapi kerusakan.
Simson mengatakan bahwa pihaknya mengikuti prosedur penuh seperti yang ditetapkan oleh Rusia merupakan pelanggaran sanksi yang diberlakukan oleh UE.
Dia mengatakan bahwa, sepengetahuannya, tidak ada perusahaan Eropa yang bersiap untuk mengikuti keputusan Putin dan mengubah metode pembayarannya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

