Wall Street Menguat Sambut Kenaikan Suku Bunga Fed
NEW YORK, investor.id – Saham Wall Street menguat Rabu (Kamis pagi WIB), menyambut Federal Reserve (Fed) yang kembali melanjutkan kenaikan suku bunga besar. Bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut mempertahankan sikap kuatnya untuk memerangi inflasi, sesuai ekspektasi.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,4% pada 32.197,59.
S&P 500 berbasis luas naik 2,6% menjadi 4.023,61, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi melonjak 4,1% menjadi 12.032.42.
Bank sentral AS melakukan kenaikan 75 basis poin (bps) kedua berturut-turut dan kenaikan suku bunga keempat tahun ini. Pihaknya bergerak agresif untuk mendinginkan lonjakan inflasi terkuat dalam lebih dari empat dekade, tanpa menggelincirkan ekonomi terbesar di dunia itu.
Dalam pemungutan suara dengan suara bulat, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan kebijakan menaikkan suku bunga pinjaman acuan ke kisaran 2,25% hingga 2,5%. Bank sentral memulai tahun dengan tingkat suku bunga mendekati nol.
Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan bahwa sementara ada tanda-tanda perlambatan, dia tidak percaya ekonomi AS saat ini dalam resesi, sebagian karena alasan pasar kerja yang kuat.
Analis mengatakan langkah bank sentral memenuhi ekspektasi pasar dan mengambil hati dalam pernyataan Powell yang menyiratkan bank sentral dapat melakukan kenaikan suku bunga yang lebih kecil nanti pada 2022, setelah dua kenaikan besar berturut-turut.
“(Wall Street) sedang mempertimbangkan kebijakan moneter yang kurang agresif setidaknya pada tingkat Fed Funds rate saat kami bergerak dari kuartal ketiga ke kuartal keempat,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B Riley Wealth Management, Kamis (28/7).
Saham telah berada di wilayah positif sebelum pengumuman Fed pada 1800 GMT, tetapi menambah keuntungan selama konferensi pers Powell sebelum penutupan.
Semua 11 sektor S&P 500 ditutup lebih tinggi, bersama dengan sebagian besar dari 30 anggota indeks Dow.
Keuntungan yang sangat besar dinikmati oleh Microsoft yang naik 6,7%, induk usaha Google Alphabet naik 7,7%, meskipun melaporkan laba yang lebih rendah yang masih tidak seburuk yang ditakuti.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






