Sabtu, 4 April 2026

Di Negara Inilah Jack Ma Tinggal Setelah Tindakan Keras Teknologi Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
30 Nov 2022 | 16:20 WIB
BAGIKAN
CEO Alibaba Jack Ma. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP)
CEO Alibaba Jack Ma. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP)

TOKYO, investor.id – Pendiri Alibaba Jack Ma telah tinggal di Tokyo, Jepang selama hampir enam bulan setelah menghilang dari pandangan publik. Ini dilakukannya menyusul tindakan keras pemerintah Tiongkok terhadap sektor teknologi, menurut laporan Financial Times pada Rabu (30/11), mengutip beberapa sumber tanpa menyebutkan nama.

Miliarder itu tidak menonjolkan diri sejak tindakan keras itu. Terutama setelah regulator Tiongkok membatalkan penawaran umum perdana (IPO) saham Ant Group milik Ma dan menerapkan denda rekor pada Alibaba.

Tetapi Financial Times mengatakan Jack Ma telah menghabiskan sebagian besar dari enam bulan terakhir bersama keluarganya di Tokyo dan bagian lain Jepang, bersama dengan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Advertisement

Surat kabar Inggris mengatakan Ma sering mengunjungi beberapa klub anggota pribadi di Tokyo. Laporan itu juga menyebutkan Ma menjadi kolektor antusias seni modern Jepang, serta menjajaki perluasan kepentingan bisnisnya ke arah keberlanjutan.

Ma telah terlihat di tempat lain sejak dia secara efektif menghilang dari pandangan publik di Tiongkok, termasuk di pulau Mallorca, Spanyol tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, pejabat Tiongkok membidik dugaan praktik anti persaingan oleh beberapa nama besar negara itu, didorong oleh kekhawatiran bahwa perusahaan internet besar mengontrol terlalu banyak data dan berkembang terlalu cepat.

Pada Juli 2022, sebuah laporan mengatakan Ma berencana untuk menyerahkan kendali Ant Group untuk menenangkan regulator Tiongkok dan menghidupkan kembali IPO unit bisnis pembayaran digital.

Raksasa e-commerce miliknya, Alibaba, melaporkan pertumbuhan pendapatan yang datar pada Agustus untuk pertama kalinya, saat Tiongkok berjuang melawan perlambatan ekonomi dan gelombang kenaikan kasus Covid-19.

Otoritas AS telah menempatkan perusahaan tersebut dalam daftar pantauan yang dapat membuatnya dihapus dari daftar saham di New York jika tidak mematuhi perintah pengungkapan, yang menyebabkan sahamnya merosot.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 25 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 46 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 48 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 1 jam yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia