Saham-Saham Inggris Terpangkas, Jerman Lanjut Menguat
LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris terpangkas pada perdagangan Senin waktu setempat (6/3/2023). Sedangkan saham-saham Jerman melanjutkan penguatan.
Saham-saham Inggris menghentikan reli selama tiga hari berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 17,32 poin (0,22%) menjadi menetap di 7.929,79 poin.
Indeks FTSE 100 terkerek 3,07 poin (0,04%) menjadi 7.947,11 poin pada Jumat (3/3/2023). Setelah bertambah 29,11 poin (0,37%) menjadi 7.944,04 poin pada Kamis (2/3/2023). Menguat 38,65 poin (0,49%) menjadi 7.914,93 poin pada Rabu (1/3/2023).
Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.
Sedangkan saham-saham Jerman membukukan keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terangkat 75,19 poin (0,48%) menjadi menetap di 15.653,58 poin.
Indeks DAX 40 melonjak 250,75 poin (1,64%) menjadi 15.578,39 poin pada Jumat (3/3/2023). Setelah terkerek 22,62 poin (0,15%) menjadi 15.327,64 poin pada Kamis (2/3/2023). Jatuh 60,12 poin (0,39%) menjadi 15.305,02 poin pada Rabu (1/3/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 25 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 14 saham mengalami kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.
Vonovia SE, sebuah perusahaan properti dan pengembang real estat multinasional Eropa meningkat 3,75%, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham blue chips.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



