Berkshire Milik Warren Buffett Kurangi Kepemilikan Saham Apple hingga 13%
OMAHA, investor.id – Berkshire Hathaway milik Warren Buffett memangkas sahamnya di Apple pada kuartal I-2024. Warren Buffett yang dijuluki “Oracle of Omaha” terus mengurangi kepemilikan di perusahaan yang dulu pernah menjadi favoritnya hingga 13%.
Pada laporan pendapatan kuartal I-2024 yang dirilis Sabtu (4/5/2024), Berkshire Hathaway melaporkan nilai kepemilikan di Apple sebesar US$ 135,4 miliar (Rp 2.162 triliun) dengan perkiraan sekitar 790 juta saham. Ini menandai penurunan sekitar 13% kepemilikan saham, meski Apple masih menjadi perusahaan terbesar dalam investasi Berkshire pada akhir kuartal ini.
Ini adalah kuartal kedua berturut-turut bagi konglomerat yang berbasis di Omaha, Amerika Serikat (AS) tersebut memangkas kepemilikan sahamnya di perusahaan pembuat iPhone.
Berkshire menjual sekitar 10 juta saham Apple pada kuartal IV-2023, hanya melepas 1% dari sahamnya yang sangat besar. Menurut perhitungan dari lembar pengajuan perusahaan, ketika memperhitungkan perubahan harga saham Apple, berarti Berkshire menjual sekitar 116 juta saham.
Warren Buffett ketika menjawab pertanyaan pemegang saham pada pertemuan tahunan Berkshire di Omaha, menyatakan penjualan tersebut adalah untuk alasan pajak menyusul keuntungan yang cukup besar.
Warren Buffett uga menyiratkan penjualan tersebut mungkin terkait dengan keinginannya untuk menghindari tagihan pajak yang lebih tinggi, jika tarif naik untuk mendanai defisit fiskal AS yang membengkak.
“Saya sama sekali tidak merasa terganggu untuk menulis cek itu dan saya benar-benar berharap dengan semua yang telah dilakukan Amerika untuk Anda semua, tidak akan mengganggu Anda jika kami melakukannya dan jika saya melakukannya pada tingkat 21% kali ini,” tutur Warren Buffett, seperti dikutip CNBC internasional, Senin (6/5/2024).
Ia juga meminta para pemilik saham Berkshire agar tidak keberatan atas keputusan itu. “Tahun ini dan kami akan melakukannya dengan persentase yang sedikit lebih tinggi di kemudian hari, saya rasa Anda tidak akan keberatan dengan kenyataan bahwa kami menjual sedikit Apple tahun ini,” imbuh Warren Buffett.
Warren Buffett menjadi penggemar berat Apple setelah salah satu manajer investasinya, Ted Weschler atau Todd Combs, meyakinkannya untuk membeli saham tersebut beberapa tahun lalu. Pria berusia 93 tahun itu bahkan menyebut raksasa teknologi Apple sebagai bisnis terpenting kedua setelah kelompok perusahaan asuransi Berkshire.
Banyak yang berspekulasi Warren Buffett mengurangi saham favoritnya karena masalah valuasi. Saham Apple naik sebesar 48% pada 2023 karena saham teknologi megacap memimpin reli pasar. Pada puncaknya, Apple menggelembungkan portofolio ekuitas Berkshire dan menguasai 50% sahamnya. Saham tersebut diperdagangkan dengan pendapatan lebih dari 27 kali lipat.
Namun, Warren Buffett pada pertemuan tersebut terus memuji Apple. Ia mengatakan “sangat mungkin” Apple akan tetap menjadi perusahaan induk terbesar di Berkshire pada akhir 2024.
Saham Apple mendapat dorongan besar dalam seminggu terakhir. Big Tech itu mengumumkan dewan direksi telah mengizinkan pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 110 miliar, yang terbesar dalam sejarah perusahaan.
Namun Apple mencatat penurunan penjualan secara keseluruhan dan penjualan iPhone. Sahamnya telah turun lebih dari 4% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran tentang bagaimana hal tersebut akan menghidupkan kembali pertumbuhan.
Bahkan dengan penjualan tersebut, Berkshire masih menjadi pemegang saham terbesar Apple di luar penyedia dana yang diperdagangkan di bursa.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






