Minggu, 21 Juni 2026

Berkshire Milik Warren Buffett Kurangi Kepemilikan Saham Apple hingga 13%

Penulis : Grace El Dora
6 Mei 2024 | 07:46 WIB
BAGIKAN
Warren Buffett berjalan menjelang Rapat Pemegang Saham Tahunan Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada 3 Mei 2024. (Foto: David A. Grogen / CNBC)
Warren Buffett berjalan menjelang Rapat Pemegang Saham Tahunan Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada 3 Mei 2024. (Foto: David A. Grogen / CNBC)

OMAHA, investor.id – Berkshire Hathaway milik Warren Buffett memangkas sahamnya di Apple pada kuartal I-2024. Warren Buffett yang dijuluki “Oracle of Omaha” terus mengurangi kepemilikan di perusahaan yang dulu pernah menjadi favoritnya hingga 13%.

Pada laporan pendapatan kuartal I-2024 yang dirilis Sabtu (4/5/2024), Berkshire Hathaway melaporkan nilai kepemilikan di Apple sebesar US$ 135,4 miliar (Rp 2.162 triliun) dengan perkiraan sekitar 790 juta saham. Ini menandai penurunan sekitar 13% kepemilikan saham, meski Apple masih menjadi perusahaan terbesar dalam investasi Berkshire pada akhir kuartal ini.

Ini adalah kuartal kedua berturut-turut bagi konglomerat yang berbasis di Omaha, Amerika Serikat (AS) tersebut memangkas kepemilikan sahamnya di perusahaan pembuat iPhone.

ADVERTISEMENT

Berkshire menjual sekitar 10 juta saham Apple pada kuartal IV-2023, hanya melepas 1% dari sahamnya yang sangat besar. Menurut perhitungan dari lembar pengajuan perusahaan, ketika memperhitungkan perubahan harga saham Apple, berarti Berkshire menjual sekitar 116 juta saham.

Warren Buffett ketika menjawab pertanyaan pemegang saham pada pertemuan tahunan Berkshire di Omaha, menyatakan penjualan tersebut adalah untuk alasan pajak menyusul keuntungan yang cukup besar.

Warren Buffett uga menyiratkan penjualan tersebut mungkin terkait dengan keinginannya untuk menghindari tagihan pajak yang lebih tinggi, jika tarif naik untuk mendanai defisit fiskal AS yang membengkak.

“Saya sama sekali tidak merasa terganggu untuk menulis cek itu dan saya benar-benar berharap dengan semua yang telah dilakukan Amerika untuk Anda semua, tidak akan mengganggu Anda jika kami melakukannya dan jika saya melakukannya pada tingkat 21% kali ini,” tutur Warren Buffett, seperti dikutip CNBC internasional, Senin (6/5/2024).

Ia juga meminta para pemilik saham Berkshire agar tidak keberatan atas keputusan itu. “Tahun ini dan kami akan melakukannya dengan persentase yang sedikit lebih tinggi di kemudian hari, saya rasa Anda tidak akan keberatan dengan kenyataan bahwa kami menjual sedikit Apple tahun ini,” imbuh Warren Buffett.

Warren Buffett menjadi penggemar berat Apple setelah salah satu manajer investasinya, Ted Weschler atau Todd Combs, meyakinkannya untuk membeli saham tersebut beberapa tahun lalu. Pria berusia 93 tahun itu bahkan menyebut raksasa teknologi Apple sebagai bisnis terpenting kedua setelah kelompok perusahaan asuransi Berkshire.

Banyak yang berspekulasi Warren Buffett mengurangi saham favoritnya karena masalah valuasi. Saham Apple naik sebesar 48% pada 2023 karena saham teknologi megacap memimpin reli pasar. Pada puncaknya, Apple menggelembungkan portofolio ekuitas Berkshire dan menguasai 50% sahamnya. Saham tersebut diperdagangkan dengan pendapatan lebih dari 27 kali lipat.

Namun, Warren Buffett pada pertemuan tersebut terus memuji Apple. Ia mengatakan “sangat mungkin” Apple akan tetap menjadi perusahaan induk terbesar di Berkshire pada akhir 2024.

Saham Apple mendapat dorongan besar dalam seminggu terakhir. Big Tech itu mengumumkan dewan direksi telah mengizinkan pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 110 miliar, yang terbesar dalam sejarah perusahaan.

Namun Apple mencatat penurunan penjualan secara keseluruhan dan penjualan iPhone. Sahamnya telah turun lebih dari 4% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran tentang bagaimana hal tersebut akan menghidupkan kembali pertumbuhan.

Bahkan dengan penjualan tersebut, Berkshire masih menjadi pemegang saham terbesar Apple di luar penyedia dana yang diperdagangkan di bursa.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 36 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia