Warren Buffett Yakin Penipuan AI Akan Bertambah
OMAHA, investor.id – Warren Buffett belum ikut-ikutan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). Ia yakin penipuan dengan memanfaatkan AI akan bertambah, sembari memperingatkan soal potensi bahaya dari teknologi ini.
“Ketika Anda berpikir tentang potensi penipuan terhadap orang lain... jika saya tertarik berinvestasi dalam penipuan, ini akan menjadi industri yang berkembang sepanjang masa dan hal ini dimungkinkan oleh AI,” papar Buffett di pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway, akhir pekan lalu.
Pria yang dijuluki Oracle of Omaha itu menunjuk pada kemampuan teknologi untuk mereproduksi konten yang realistis dan menyesatkan, dalam upaya mengirimkan uang kepada pelaku kejahatan
Penipu diketahui menggunakan kloning suara AI dan teknologi deep-fake untuk memanipulasi video dan gambar yang menyamar sebagai keluarga dan teman seseorang, untuk meminta uang atau informasi pribadi.
“Tentu saja, AI juga mempunyai potensi untuk hal-hal yang baik. Namun... Saya pikir, sebagai seseorang yang tidak memahami apa pun mengenai AI, AI memiliki potensi yang sangat besar untuk kebaikan dan potensi kerugian yang sangat besar. Dan saya tidak tahu bagaimana hasilnya,” imbuhnya seperti dikutip CNBC internasional, Senin (6/5/2024).
AI telah menjadi perbincangan di Wall Street selama lebih dari setahun. Para investor mulai bertaruh pada potensi teknologi untuk mendorong keuntungan yang lebih tinggi di masa depan. Saham seperti Nvidia dan Meta Platforms meroket selama ledakan AI, masing-masing naik 507% dan 275% sejak akhir 2022.
Namun, investor legendaris ini mengakui dirinya tidak akrab dengan AI dan menyamakan potensinya dengan bom atom pada abad ke-20.
“Saya tidak tahu apa-apa tentang AI. Itu tidak berarti saya menyangkal keberadaan atau pentingnya atau hal semacam itu,” kata Buffett, berbicara dengan nada hati-hati.
“Kami membiarkan jin keluar dari botol ketika kami mengembangkan senjata nuklir dan jin itu telah melakukan beberapa hal buruk akhir-akhir ini, dan kekuatan jin itulah yang membuatku sangat takut.”
“Saya tidak tahu cara mengembalikan jin ke dalam botol, dan AI agak mirip (analogi tersebut). Ini adalah bagian dari upaya keluar dari kebiasaan, dan ini sangat penting dan akan dilakukan oleh seseorang... Apakah ini akan mengubah masa depan masyarakat, kita akan mengetahuinya nanti,” tandasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






