Minggu, 21 Juni 2026

Taiwan Lantik Presiden Baru, Desak China Hentikan Intimidasi

Penulis : Grace El Dora
20 Mei 2024 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Presiden baru Taiwan Lai Ching-te melambaikan tangan saat upacara pelantikannya di Taipei, Taiwan pada Senin (20/5/2024). (Foto: AP/Chiang Ying-ying)
Presiden baru Taiwan Lai Ching-te melambaikan tangan saat upacara pelantikannya di Taipei, Taiwan pada Senin (20/5/2024). (Foto: AP/Chiang Ying-ying)

TAIPEI, investor.id – Presiden baru Taiwan Lai Ching-te dalam pidato pelantikannya mendesak pemerintah China untuk menghentikan intimidasi militernya terhadap pulau berpemerintahan sendiri itu, yang diklaim China sebagai wilayahnya.

“Rekan-rekan sebangsa, kita punya cita-cita untuk mewujudkan perdamaian, tapi kita tidak boleh berilusi,” kata Lai setelah dilantik, Senin (20/5/2024).

“Karena Tiongkok belum menghentikan penggunaan kekuatannya untuk menyerang Taiwan, kita harus memahami bahwa meskipun kita sepenuhnya menerima usulan Tiongkok dan menyerahkan kedaulatan kita, upaya Tiongkok untuk mencaplok Taiwan tidak akan hilang.”

ADVERTISEMENT

Dia menggantikan Tsai Ing-wen, yang memimpin Taiwan melalui delapan tahun pembangunan ekonomi dan sosial meskipun ada pandemi COVID-19 dan ancaman militer Tiongkok yang meningkat.

Ribuan orang berkumpul di depan Gedung Kantor Kepresidenan di Taipei untuk menghadiri upacara pelantikan. Dengan mengenakan topi ember berwarna putih, para peserta menyaksikan di layar lebar pembawa acara yang menceritakan upacara pelantikan Lai, diikuti dengan pawai militer dan pertunjukan seni penuh warna yang menampilkan penari folk, pemain opera, dan rapper. Helikopter militer terbang dalam formasi sambil membawa bendera Taiwan.

Lai menerima ucapan selamat dari sesama politisi dan delegasi dari 12 negara yang memelihara hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, serta politisi dari Amerika Serikat (AS), Jepang, dan berbagai negara Eropa.

Lai, yang juga dikenal dengan nama Inggrisnya William, telah berjanji akan melanjutkan upaya pendahulunya untuk menjaga stabilitas dengan China. Pihaknya juga meningkatkan keamanan Taiwan melalui impor pesawat tempur canggih dan teknologi lainnya dari mitra dekat AS, berikut perluasan industri pertahanan dengan manufaktur kapal selam dan pesawat terbang.

Pemerintah Taiwan juga memperkuat kemitraan regional dengan sekutu tidak resminya seperti AS, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony J. Blinken mengucapkan selamat kepada Lai atas pelantikannya.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Presiden Lai dan seluruh spektrum politik Taiwan untuk memajukan kepentingan dan nilai-nilai bersama, memperdalam hubungan tidak resmi yang telah lama terjalin, dan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” ungkap Blinken dalam pernyataan dari kantornya.

Lai (64) menggantikan Tsai Ing-wen, yang memimpin Taiwan melalui pembangunan ekonomi dan sosial selama delapan tahun meskipun ada pandemi Covid-19 dan ancaman militer China yang meningkat.

Ia dipandang mewarisi kebijakan progresif Taiwan, termasuk layanan kesehatan universal, dukungan terhadap pendidikan tinggi, dan dukungan terhadap kelompok minoritas, termasuk menjadikan Taiwan sebagai negara pertama di Asia yang mengakui pernikahan sesama jenis.

Lai, yang menjadi wakil presiden pada masa jabatan kedua Tsai, tampil lebih sebagai penghasut di awal karirnya. Pada 2017, ia menggambarkan dirinya sebagai “pekerja pragmatis untuk kemerdekaan Taiwan” yang memicu teguran dari pemerintah China.

Sejak itu, ia melunakkan pendiriannya dan sekarang mendukung mempertahankan status quo di Selat Taiwan dan kemungkinan pembicaraan dengan China.

Di sisi lain, pihak China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan meningkatkan ancamannya untuk mencaplok Taiwan dengan kekerasan jika diperlukan.

Lai akan melanjutkan upaya Tsai untuk memperkuat hubungan dengan AS, yang tidak secara resmi mengakui Taiwan sebagai sebuah negara tetapi terikat oleh hukumnya sendiri untuk menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri.

Selama masa jabatan Tsai, Taiwan menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis, meskipun para kritikus mengatakan dia mengabaikan tanggung jawab politik dengan menyerahkan keputusan tersebut ke Mahkamah Agung dan serangkaian referendum.

Dia mengawasi reformasi pensiun dan tenaga kerja yang kontroversial dan memperpanjang masa wajib militer menjadi satu tahun.

Dia juga memulai upaya modernisasi militer, termasuk program pembangunan kapal selam buatan dalam negeri yang masing-masing bernilai lebih dari US$ 16 miliar.

Kepemimpinan Tsai selama pandemi ini memecah opini publik, dengan sebagian besar orang mengagumi kemampuan awal Taiwan untuk mencegah sebagian besar virus berada di luar perbatasannya, tetapi mengkritik kurangnya investasi dalam pengujian cepat seiring dengan berkembangnya pandemi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 57 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia