Refleksi Bill Gates, Berharap Belajar dari Warren Buffett
WASHINGTON, investor.id – Memang mudah untuk berasumsi nama-nama terkemuka dalam Fortune500 akan sibuk. Tapi Bill Gates berharap ia bisa belajar mengosongkan waktu, trik yang dikenal luas dilakukan oleh investor senior Warren Buffett.
Salah satu pendiri Microsoft ini terbuka mengenai keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupannya, atau kekurangannya, saat ia memimpin raksasa teknologi (Big Tech) tersebut.
Pada unggahan di platform Meta Threads, Bill Gates mengatakan dirinya tidak lagi percaya jadwal yang padat menjadi jaminan produktivitas.
Saat mengunggah ulang artikel tentang bagaimana menjadi kurang sibuk dapat membuat seseorang lebih bahagia, ia berkomentar.
"Butuh waktu terlalu lama bagi saya untuk menyadari bahwa Anda tidak harus mengisi setiap detik dari jadwal Anda untuk menjadi sukses. Kalau dipikir-pikir, ini adalah pelajaran yang bisa saya pelajari lebih cepat seandainya saya lebih banyak mengintip kalender Warren Buffett yang sengaja dibuat ringan," jelas Bill Gates, mengutip laporan Fortune.
Pengusaha dan dermawan berusia 68 tahun ini terbuka dengan refleksinya tentang kehidupan kerjanya di Microsoft. Banyak hal yang akan dia lakukan secara berbeda dari sebelumnya, jika ia punya waktu luang.
Tahun lalu saat tampil di siniarnya berjudul Unconfuse Me with Bill Gates, ia mengungkapkan pernah membandingkan dirinya dengan orang lain.
“Di usia tiga puluhan dan empat puluhan, ketika ada percakapan tentang tidur, rasanya seperti 'Oh, saya hanya tidur enam jam'. Dan lainnya berkata 'Oh, saya hanya tidur lima jam', lalu 'Yah, terkadang saya tidak tidur sama sekali',” ungkapnya.
“Saya akan berpikir, ‘Wow, orang-orang itu sangat baik, saya harus berusaha lebih keras karena tidur adalah rasa malas dan tidak perlu,” kata dia.
Bertahun-tahun kemudian, Bill Gates yang kini memiliki kekayaan sebesar US$ 154 miliar (sekitar Rp 2.507,58 triliun) menurut Bloomberg Billionaire's Index, mengatakan ia menyadari tidur yang baik adalah "sangat penting" untuk kesehatan otak.
Topik ini semakin penting baginya setelah kematian ayahnya, Bill Gates Sr, yang meninggal di rumahnya pada September 2020 setelah berjuang melawan Alzheimer.
Namun, Bill Gates tidak hanya memaksakan diri secara ekstrem. Ia juga mengharapkan hal yang sama dari stafnya. Tahun lalu Gates mengatakan kepada lulusan dari Northern Arizona University bahwa ketika seusia mereka, dia "tidak percaya" pada liburan atau akhir pekan.
"Saya mendorong semua orang di sekitar saya untuk bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang. Pada masa-masa awal Microsoft, kantor saya menghadap ke tempat parkir, dan saya akan terus memantau siapa yang berangkat lebih awal dan yang pulang larut malam,” tutur Gates.
“Namun saat saya seiring bertambahnya usia, dan terutama setelah saya menjadi seorang ayah, saya menyadari ada lebih banyak hal dalam hidup ini daripada pekerjaan," ujarnya kepada para siswanya pada Mei 2024.
Metode Warren Buffett
Titik balik di mana ayah tiga anak ini memutuskan untuk mengubah jadwalnya adalah setelah mengetahui bagaimana CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett mengatur waktunya.
Dalam wawancara Bloomberg pada 2017, Bill Gates mengatakan salah satu pelajaran yang dia pelajari dari investor legendaris yang dijuluki Oracle of Omaha itu adalah indahnya memiliki jadwal bebas.
Adapun Warren Buffett dan Bill Gates keluar dari Universitas Harvard setelah tiga semester.
"Saya ingat Warren menunjukkan kalendernya kepada saya. Saya sudah sibuk setiap menitnya dan saya pikir itulah satu-satunya cara Anda dapat melakukan sesuatu. Fakta bahwa dia (Buffett) sangat berhati-hati dengan waktunya... dia mempunyai hari-hari di mana tidak ada apa-apa," tutur Gates.
Lebih lanjut, Bill Gates mengingatkan bisnis bukanlah "proksi keseriusan Anda". Namun kemudian Warren Buffett menimpali. "Pada dasarnya saya bisa membeli apa pun yang saya inginkan, tetapi saya tidak bisa mengulur waktu," tukar Buffett.
Selain berkeliling dunia untuk tujuan filantropis, Bill Gates kini juga mendedikasikan lebih banyak waktunya untuk hobi seperti membaca dan mendengarkan musik. Ini kerap ditunjukkan dalam highlight yang sering ia bagikan di blognya, GatesNotes.
Sementara itu, Warren Buffett tampaknya tidak terlalu kesulitan menemukan keseimbangan. Sebuah artikel di Wall Street Journal pada 2005 melaporkan Warren Buffett menghabiskan sebagian besar waktunya untuk "membaca dan berpikir".
Sang maestro yang memiliki kekayaan US$ 135 miliar ini menambahkan pada 2017, dirinya "suka tidur" dan "tidak memiliki keinginan untuk mulai bekerja pada jam empat pagi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






