Minggu, 21 Juni 2026

Tingkat Pengangguran di Gaza Hampir 80%

Penulis : Happy Amanda Amalia
9 Jun 2024 | 16:08 WIB
BAGIKAN
Warga Palestina melihat dampak dari serangan Israel ke sekolah yang dikelola PBB, yang menewaskan puluhan orang di kamp pengungsi Nusseirat di Jalur Gaza pada Kamis (06/06/2024). (AP Photo/Jehad Alshrafi)
Warga Palestina melihat dampak dari serangan Israel ke sekolah yang dikelola PBB, yang menewaskan puluhan orang di kamp pengungsi Nusseirat di Jalur Gaza pada Kamis (06/06/2024). (AP Photo/Jehad Alshrafi)

GAZA, investor.id – Tingkat pengangguran di Jalur Gaza dilaporkan hampir mencapai 80%, sejak perang Israel dengan Hamas meletus pada Oktober tahun lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, jika rerata pengangguran di seluruh wilayah Palestina menjadi lebih dari 50%.

Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), angka pengangguran di Jalur Gaza telah mencapai 79,1% sementara di Tepi Barat jumlahnya mencapai hampur 32%. Dalam penilaian ILO atas dampak perang terhadap lapangan pekerjaan, angka-angka yang disebutkan itu menunjukkan tingkat pengangguran gabungan sebesar 50,8%.

“Ini belum termasuk warga Palestina yang sudah menyerah untuk mencari pekerjaan. Situasinya jauh lebih buruk. Bayangkan dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi ini, orang tidak akan mampu mendapatkan makanan untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Hal ini juga berdampak pada kesehatan mereka. Kalaupun mereka punya uang, tidak ada rumah sakit yang bisa menampung situasi bencana di sana,” demikian penjelasan Direktur Regional ILO untuk Negara-negara Arab Ruba Jaradat, yang dilansir Reuters pada Jumat (07/06/2024).

ADVERTISEMENT

Dalam hal ekonomi, sejak perang dimulai, produk domestik bruto (PDB) riil di wilayah Palestina telah mengalami kontraksi hampir 33%, dengan perkiraan kontraksi sebesar 83,5% di Jalur Gaza dan 22,7% di Tepi Barat. Demikian data yang diterbitkan oleh ILO.

“Di wilayah Palestina yang diduduki dan khususnya di Tepi Barat, penurunan pendapatan telah mendorong banyak keluarga ke dalam jurang kemiskinan yang parah,” kata Jaradat.

Sebagai informasi, operasi militer darat dan udara Israel di Gaza dilakukan sebagai respons atas serbuan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang disebut telah menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 253 orang lainnya.

Sementara itu, catatan otoritas kesehatan di Jalur Gaza menunjukkan 36.500 korban meninggal dunia karena terkena serangan Israel dan sekitar setengah dari 2,3 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia