Dana Kampanye AS US$ 90 Juta Ditunda untuk Biden
WASHINGTON, investor.id – Para donor utama Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) menunda aliran dana kampanye sebesar US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,45 triliun yang dijanjikan untuk Presiden AS Joe Biden. Aliran dana akan terus dibekukan, selama Biden tetap menjadi kandidat dari partai tersebut karena tekanan yang meningkat.
Berdasarkan laporan media yang dikutip Sabtu (13/7/2024), tekanan terhadap Biden untuk mengakhiri kampanye pemilihannya terus meningkat. Hingga berita ini ditayangkan, sudah sekitar 12 anggota Partai Demokrat di Capitol Hill mengeluarkan seruan publik agar Biden mundur.
Tuntutan mundur ini menanggapi kinerja debat Pilpres yang dinilai buruk melawan mantan presiden Donald Trump.
Sumbangan kepada super PAC pro-Biden, Future Forward, mencakup beberapa sumbangan senilai delapan digit AS. Surat kabar New York Times mngutip pernyataan dua orang yang mengetahui masalah tersebut.
Meski begitu, komite aksi politik tidak menanggapi permintaan komentar dan tidak menjelaskan para pendonor yang memutuskan untuk menahan pendanaan mereka. Future Forward dilaporkan sedang melakukan jeda terhadap keputusan-keputusan besar sampai kebuntuan tersebut terselesaikan.
Baca Juga:
Demokrat Makin Cemas Biden KalahBiden tetap teguh pada keinginannya untuk mencalonkan diri kembali, meskipun tantangan politik dan ekonomi meningkat.
Tekanan ini dipicu oleh pertanyaan mengenai ketajaman mentalnya dan kemampuan setiap orang untuk memegang jabatan tertinggi Amerika pada usia 86 tahun yang akan dicapai Biden pada akhir masa dari potensi masa jabatan kedua.
"Saya pikir saya adalah orang yang paling memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Saya pernah mengalahkannya sekali dan saya akan mengalahkannya lagi,” kata presiden tersebut dalam konferensi pers Kamis (11/7/2024).
Terkait Trump, Biden menekankan pencalonannya bukan untuk warisannya namun untuk menyelesaikan pekerjaan yang dia mulai.
Seruan dari Partai Demokrat di Capitol Hill agar presiden mundur diperkirakan akan terus meningkat setelah Biden menyelesaikan pertemuan puncak tiga hari para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Kamis.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






