Minggu, 21 Juni 2026

Mengapa Secret Service Amerika Serikat Kecolongan Penembakan Trump?

Penulis : Widi Agustian
14 Jul 2024 | 15:44 WIB
BAGIKAN
Donald Trump ditembak saat berpidato dalam rally di Pennsylvania. (AP/AP)
Donald Trump ditembak saat berpidato dalam rally di Pennsylvania. (AP/AP)

PENNSYLVANIA, investor.id - Secret Service Amerika Serikat (AS) masih menyelidiki bagaimana pelaku penembakan Thomas Matthew Crooks bisa berada dekat dengan Donald Trump yang tengah berpidato dalam rally di Pennsylvania.

Thomas Matthew Crooks menenteng senapan jenis AR-15 bisa berada cukup dekat untuk menembak dan melukai mantan presiden AS tersebut. Hal ini tentu menjadi sebuah kegagalan dari fungsi intelijen.

Pria bersenjata tersebut pada akhirnya memang dibunuh oleh personel Secret Service. Tetapi, sebelumnya dia sempat melepaskan beberapa tembakan ke arah panggung dari posisi tinggi di luar tempat unjuk rasa.

ADVERTISEMENT

Analisis Associated Press (AP) terhadap lebih dari selusin video dan foto yang diambil pada lokasi kampanye Trump, serta citra satelit dari lokasi tersebut, menunjukkan bahwa pelaku penembakan mampu mendekati panggung di mana mantan presiden tersebut berbicara.

Sebuah video yang diposting ke media sosial dan geolokasi oleh AP menunjukkan tubuh seorang pria yang mengenakan kamuflase abu-abu tergeletak tak bergerak di atap sebuah pabrik di utara lokasi Butler Farm Show, yakni tempat rally Trump diadakan.

Lokasi penembak berjarak kurang dari 150 meter dari tempat Trump berbicara, jarak yang memungkinkan seorang penembak jitu bisa mengenai sasaran yang seukuran manusia.

Sebagai referensi, 150 meter adalah jarak di mana personel Angkatan Darat AS harus bisa menembak sasaran seukuran manusia dengan senapan serbu M16 dalam pelatihan dasar

AR-15, seperti yang dimiliki penembak pada rally Trump, adalah senjata semiotomatis versi sipil dari M16 militer.

Sebelumnya, identitas lengkap penembak calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump terungkap. FBI menyebut sosok pria 20 tahun itu bernama Thomas Matthew Crooks yang berasal dari dari Bethel Park, Pennsylvania.

Melansir AP, Minggu (14/7/2024), Crooks akhirnya ditembak hingga meninggal dunia oleh agen secret service AS. Ia diketahui menembak dari posisi tinggi atau di sebuah atap di luar lokasi demonstrasi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia