Ini Dasar Kepercayaan Diri China Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi
BEIJING, investor.id – Pemerintah China tetap percaya diri dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya, terlepas dari rilis indikator makro ekonomi yang menunjukkan penurunan. Alasan ini yang menjadi dasar kepercayaan diri China.
"Melalui upaya yang gigih, perekonomian kami mencapai peningkatan output dan kualitas yang lebih baik pada paruh pertama tahun ini. Hal ini memberikan landasan yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan kami sepanjang tahun," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (16/7/2024).
Biro Statistik Nasional (NBS) China melaporkan ekonomi Negara Tirai Bambu tersebut tumbuh 4,7% dari tahun ke tahun (YoY) pada kuartal II-2024. Angka ini jelas lebih lambat dari kuartal hasil I-2024 yang mencapai 5,3% secara YoY.
Angka pertumbuhan 4,7% tersebut menjadi yang paling lambat sejak kuartal I-2023.
"Produk Domestik Bruto (PDB) China meningkat 5% secara YoYdan melampaui 60 triliun yuan. Industri sekunder dan industri tersier masing-masing tumbuh sebesar 5,8% dan 4,6% YoY," paparnya.
Menurut Lin Jian, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi telah mencapai 60,5%. Sedangkan kontribusi pembentukan modal bruto sebesar 25,6%, dan kontribusi ekspor netto barang dan jasa sebesar 13,9%.
Nilai total impor dan ekspor barang mencapai 21,2 triliun yuan. Konsumsi rumah tangga per kapita secara nasional mencatat pertumbuhan riil sebesar 5,3% secara YoY.
"Saya yakin kita semua mempunyai perasaan jika dilihat dari angka-angka tersebut, perekonomian China berjalan cukup baik pada paruh pertama 2024. Meskipun terjadi peningkatan ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam perekonomian global, perekonomian China mampu bertahan dari tekanan tersebut dan memainkan peran penting sebagai jangkar dan sumber kekuatan," serunya.
Melihat kinerja yang dinilai meyakinkan pada semester I-2024, ditambah kebijakan berkelanjutan di berbagai bidang untuk pembangunan berkualitas tinggi, pemerintah China yakin akan pertumbuhan ekonominya.
Kemampuan dan kondisi untuk secara efektif meningkatkan kualitas pertumbuhan dan mencapai ukuran pertumbuhan ekonomi yang wajar, jelas Lin Jian.
"Kami memiliki keyakinan penuh terhadap masa depan perekonomian China," imbuhnya.
Meskipun cuaca buruk menjadi penyebab utama terpukulnya pertumbuhan pada kuartal II-2024, kata NBS, perekonomian China menghadapi peningkatan ketidakpastian eksternal dan kesulitan dalam negeri pada semester II-2024.
Produksi industri negara itu berada di level 5,3% secara YoY dibanding estimasi yang mencapai 5% dan 5,6% pada Mei 2024.
Data ekspor China pada Juni naik 8,6% secara YoY, sedangkan impor menyusut 2,3%. Hasil ini menunjukkan produsen melakukan pemesanan lebih awal untuk mendahului tarif dari mitra dagang.
Perlambatan pertumbuhan yang lebih tajam dari perkiraan pada kuartal II-2024, mendorong Goldman Sachs menurunkan perkiraan pertumbuhan China menjadi 4,9% dari 5,0% tahun ini.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






