Massa Ekstrem Kanan Bakar Hotel yang Menampung Migran
LONDON, investor.id – Massa dari ekstrem kanan membakar hotel yang menampung para migran di Inggris. Aksi protes antimigran besar-besaran berubah menjadi ajang kekerasan pada Minggu (4/8/2024).
Demonstran malah menyerang sebuah hotel di Rotherham, Inggris yang menjadi tempat penampungan para pencari suaka. Massa memecahkan jendela dan membakar bangunan tersebut, membuat ketakutan para migran. Namun hingga Senin (5/8/2024) belum diketahui nasib para migran tersebut.
Insiden besar tersebut terjadi tepat sebelum tengah hari. Ini ditandai dengan bentrokan intens antara pengunjuk rasa ekstrem kanan dengan polisi dan kelompok pendukung migran.
Banyak di antara kerumunan massa mengenakan bendera Inggris dan Union Jack, berkumpul di luar hotel Holiday Inn Express dalam jumlah besar. Demonstrasi dengan cepat semakin meningkat. Para pengunjuk rasa melemparkan benda-benda ke arah petugas polisi, memaksa mereka untuk mundur.
Rekaman yang diunggah di media sosial menayangkan adegan kekacauan, ketika para demonstran masuk ke lantai dasar hotel lewat jendela yang pecah. Kemudian sejumlah orang mulai membakar gedung tersebut.
Menanggapi ini, demonstrasi tandingan yang mendukung hak-hak migran juga diadakan. Pesertanya meneriakkan slogan-slogan promigran sebagai tanggapan terhadap sentimen antimigran.
Ketegangan antara kedua kelompok makin memicu ketidakstabilan situasi di Inggris.
Insiden ini menyebabkan setidaknya satu petugas polisi terluka dan meningkatkan kekhawatiran.
Sebelumnya, pihak berwenang melaporkan setidaknya 100 orang ditangkap setelah meletusnya kekacauan di Rotherham dan berbagai tempat lain di Inggris. Demonstrasi masih terus direncanakan pada Minggu (Senin WIB).
Protes antimigran serupa diperkirakan terjadi di Bolton, Lancaster, Middlesborough, Weymouth, dan Newcastle upon Tyne. Menurut laporan Anadolu, hingga Senin (5/8/2024) para perusuh bertopeng telah berkumpul di luar hotel yang diketahui menampung migran. Beberapa dari mereka mengenakan bendera Inggris.
Saksi mata melaporkan orang-orang bertopeng melemparkan potongan kayu dan kursi ke arah petugas polisi yang telah membentuk barisan di depan hotel. Barisan itu mencoba mengendalikan situasi.
Meski polisi telah berupaya sekuat tenaga, kerusuhan terus meningkat dan menjurus menjadi aksi kekerasan.
Pihak berwenang setempat dalam keadaan waspada tinggi, mengantisipasi lebih banyak protes kekerasan di seluruh negeri.
Kerusuhan ini menyusul pembunuhan tragis tiga gadis muda di Southport pada Senin (29/7/2024). Peristiwa ini memperkeruh hubungan komunitas dan memicu episode kekacauan tambahan di kota-kota besar dan kota kecil di seluruh Inggris.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

