Sabtu, 4 April 2026

Presiden Jokowi dan Xi Jinping Bahas 10 Tahun Pemerintahan Lewat Telepon

Penulis : Grace El Dora
18 Okt 2024 | 12:08 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral kedua negara di Great Hall of the People, Beijing, China pada Selasa (17/10/2023). (Foto: BPMI Setpres/ Laily Rachev)
Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral kedua negara di Great Hall of the People, Beijing, China pada Selasa (17/10/2023). (Foto: BPMI Setpres/ Laily Rachev)

BEIJING, investor.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden China Xi Jinping membicarakan relasi Indonesia dengan China selama 10 tahun masa pemerintahan kedua pemimpin. Dua presiden ini membahas babak baru masa depan bersama lewat sambungan telepon.

"Selama sepuluh tahun Presiden Jokowi menjadi presiden, telah mengunjungi China sebanyak delapan kali, dan saya telah bertemu dengan Presiden Jokowi sebanyak 12 kali, memimpin kedua negara memasuki babak baru dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama dan membangun pola kerja sama baru," beber Presiden Xi Jinping, lapor media pemerintah China, Selasa (15/10/2024).

Percakapan antara Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping melalui telepon tersebut dilakukan pada Senin (14/10/2024) sore.

Advertisement

Lewat panggilan telepon tersebut, Xi Jinping mengapresiasi kontribusi penting Presiden Jokowi atas persahabatan China-Indonesia. Ia juga bersikap optimis pada pemerintah baru Indonesia.

"Saya meyakini pemerintah baru Indonesia akan mewarisi kebijakan bersahabat terhadap China dan mendorong terwujudnya komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama ke tingkat yang lebih tinggi," imbuhnya.

Xi Jinping menyampaikan, pemerintah China siap bekerja sama dengan Indonesia dalam kerja sama Belt and Road Initiative (BRI China) yang berkualitas tinggi, melanjutkan kerja sama kereta cepat Jakarta-Bandung, serta kerja sama lainnya untuk kesejahteraan kedua bangsa.

"Tahun depan menandai peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung. China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mempromosikan Lima Prinsip Koeksistensi Damai dan Semangat Bandung maupun mempromosikan solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara di Global South," jelas presiden berusia 71 tahun tersebut.

Selain itu, Xi juga ingin menjaga kepentingan bersama negara-negara berkembang serta mempromosikan pembangunan, kemakmuran, dan stabilitas di kawasan maupun dunia.

Sedangkan Presiden Jokowi mengungkapkan, selama 10 tahun terakhir ia telah menjalin persahabatan yang dalam dengan presiden China.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 13 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 13 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 47 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 47 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 1 jam yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia