Jumat, 15 Mei 2026

Warga AS Mulai Berikan Suara di Pemilu Langsung

Penulis : Grace El Dora
5 Nov 2024 | 20:33 WIB
BAGIKAN
Seorang pria memberikan suara dalam pemilihan presiden AS 2024 pada Hari Pemilihan di Dixville Notch, Amerika Serikat pada Selasa (5/11/2024). (Foto: Reuters)
Seorang pria memberikan suara dalam pemilihan presiden AS 2024 pada Hari Pemilihan di Dixville Notch, Amerika Serikat pada Selasa (5/11/2024). (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Para pemilih Amerika Serikat (AS) mulai pergi ke tempat pemungutan suara pada Selasa (5/11/2024) untuk memilih presiden baru yang akan memimpin AS. Sebelumnya telah terjadi serangkaian masalah, termasuk perpecahan nasional yang mendalam, inflasi yang masih tinggi, dan tantangan keamanan global seperti petualangan nuklir Korea Utara (Korut) dan perang Rusia di Ukraina.

Hari Pemilihan yang berisiko tinggi akan mengakhiri persaingan yang sangat ketat dan penuh peristiwa antara calon presiden Demokrat Kamala Harris (60) dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump (78). Dua kandidat ini kontras dalam hal usia, jenis kelamin, ras, kecenderungan politik, dan orientasi kebijakan.

Pemungutan suara tatap muka pertama dilakukan di Dixville Notch, sebuah kota kecil di New Hampshire.

ADVERTISEMENT

Ini sejalan dengan tradisi pemungutan suara tengah malam yang telah berlangsung selama puluhan tahun, yang dimulai untuk mengakomodasi pekerja kereta api yang tidak dapat pergi ke tempat pemungutan suara selama jam pemungutan suara normal.

Meskipun jadwal pemungutan suara bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya, tempat pemungutan suara umumnya dibuka antara pukul 05.00 pagi hingga 08.00 pagi, kemudian akan ditutup sekitar pukul 07.00 malam. Tempat pemungutan suara di Nevada, salah satu dari tujuh negara bagian medan pertempuran, ditutup pada pukul 10.00 malam.

Menurut Bipartisan Policy Center, sekitar 244 juta warga Amerika berhak untuk memilih pada 2024. Jika jumlah pemilih sama tingginya dengan pemilihan umum (pemilu) 2020 yaitu 66,6%, lebih dari 162 juta akan memberikan suara dalam siklus pemilihan ini.

Lebih dari 81 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal, menurut data dari Election Lab Universitas Florida.

Demi menduduki Kantor Oval di Gedung Putih, seorang kandidat harus memenangkan sedikitnya 270 suara elektoral dari total 538 elektor yang mewakili 50 negara bagian dan Distrik Columbia.

Tujuh negara bagian yang masih belum jelas pemenangnya yaitu Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Georgia, Arizona, Nevada, dan North Carolina diperkirakan akan memainkan peran besar dalam mencapai angka ajaib itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia