Sabtu, 4 April 2026

Yoon Suk Yeol Mangkir Lagi dari Panggilan Penyelidikan di Hari Natal

Penulis : Grace El Dora
26 Des 2024 | 16:18 WIB
BAGIKAN
Polisi berjaga di depan kediaman presiden di Hannam-dong, Distrik Yongsan, pusat kota Seoul pada Rabu (25/12/2024) saat Presiden Yoon Suk Yeol menolak untuk mematuhi panggilan kedua dari Kantor Investigasi Korupsi (CIO) untuk Pejabat Tinggi terkait dengan tuduhan pengkhianatan dan penyalahgunaan kekuasaan. (Foto: Yonhap)
Polisi berjaga di depan kediaman presiden di Hannam-dong, Distrik Yongsan, pusat kota Seoul pada Rabu (25/12/2024) saat Presiden Yoon Suk Yeol menolak untuk mematuhi panggilan kedua dari Kantor Investigasi Korupsi (CIO) untuk Pejabat Tinggi terkait dengan tuduhan pengkhianatan dan penyalahgunaan kekuasaan. (Foto: Yonhap)

SEOUL, investor.id – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mangkir lagi untuk kedua kalinya dari panggilan penyelidikan di Hari Natal. Presiden yang dimakzulkan itu tidak menanggapi panggilan kedua dari tim investigasi gabungan, yang telah memintanya untuk hadir pada pagi Natal, Rabu (25/12/2024) untuk diinterogasi terkait penerapan darurat militer singkatnya.

Penyidik akan segera memutuskan langkah selanjutnya, apakah akan mengeluarkan panggilan ketiga atau meminta surat perintah penahanannya.

Sebelumnya, tim penyidik yang terdiri dari Badan Investigasi Korupsi (BKI) Pejabat Tinggi, kepolisian, dan Kementerian Pertahanan Korsel meminta Yoon untuk hadir di kantor BKI di Kompleks Pemerintahan Gwacheon, Provinsi Gyeonggi, paling lambat pukul 10.00 pagi. Ia harus hadir sebagai tersangka yang menghadapi dakwaan pengkhianatan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Advertisement

Namun untuk kedua kalinya Yoon bahkan tidak menerima secara resmi panggilan tertulis yang dikirimkan kepadanya melalui berbagai saluran, termasuk kediaman presiden. Sebelumnya, ia gagal memenuhi panggilan pertama pada tanggal 18 Desember 2024.

Presiden jelas-jelas tidak mematuhi panggilan tersebut, penyidik tetap bersiaga di kantor BKI selama berjam-jam setelah pemanggilan yang dijadwalkan pada pukul 10.00 pagi. Meskipun tidak menanggapi panggilan tersebut, pihak Yoon tetap bungkam pada Hari Natal tanpa mengeluarkan pernyataan tentang masalah tersebut.

Sebaliknya, pengacara Seok Dong-hyeon (teman lama Yoon yang sementara menjabat sebagai perwakilan hukum presiden) pada Selasa (24/12/2024) mengatakan hadir di CIO pada Rabu tidak akan mudah. Pasalnya, presiden itu belum sepenuhnya membentuk tim pembela hukumnya.

Seok juga menepis laporan yang menunjukkan Yoon kesulitan mendapatkan perwakilan hukum. Menanggapi laporan media baru-baru ini, presiden telah menawarkan 700 juta won (US$ 480.000) sebagai biaya pengacara kepada seorang pengacara, tetapi ditolak. Seok menyebut laporan itu "fiksi murni", tulisnya di media sosial Facebook.

Seok juga mengatakan, setelah tim pembela hukum Yoon terbentuk, pihaknya berencana merilis pernyataan resmi setelah Natal.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 15 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 37 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 39 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 51 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia