Intip Rudal Tomahawk yang Diincar Ukraina untuk Serang Rusia
MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia menyatakan militernya tengah menganalisis kemungkinan Amerika Serikat (AS) memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina. Langkah ini dinilai dapat memicu eskalasi besar karena memungkinkan Ukraina menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.
Jika benar diberikan, rudal Tomahawk akan secara signifikan memperluas kemampuan serangan Ukraina, termasuk ke pangkalan militer, pusat logistik, bandara, dan markas komando yang sebelumnya sulit dijangkau.
Tomahawk Land Attack Missile merupakan rudal jelajah jarak jauh yang biasanya diluncurkan dari laut untuk misi serangan strategis. Rudal presisi ini mampu menghantam target sejauh 1.600 kilometer, bahkan di wilayah dengan pertahanan udara ketat, menurut laporan Reuters yang dikutip Rabu (1/10/2025).
Rudal ini memiliki panjang 6,1 meter, rentang sayap 2,6 meter, dan bobot sekitar 1.510 kilogram.
Rudal non-nuklir tersebut diproduksi oleh Raytheon, anak usaha RTX. Berdasarkan data anggaran Pentagon, AS berencana membeli 57 unit Tomahawk pada 2026 dengan harga rata-rata US$ 1,3 juta per unit (Rp 21,7 miliar). Pemerintah AS juga menggelontorkan dana tambahan untuk meningkatkan sistem pemandu dan fitur rudal tersebut.
Tomahawk telah diuji coba di berbagai operasi militer. AS dan Inggris, misalnya, pernah meluncurkan rudal ini untuk menyerang posisi pemberontak Houthi di Yaman.
Saat ini Ukraina telah memiliki sejumlah rudal buatan dalam negeri maupun pasokan Barat:
Rudal Flamingo dikembangkan perusahaan Fire Point, memiliki jangkauan lebih dari 1.600 kilometer (km). Presiden Volodymyr Zelensky menyebutnya senjata paling sukses Ukraina. Pertama kali digunakan pada Agustus 2025.
Rudal Neptune merupakan rudal anti-kapal yang dikembangkan sejak 2015, dengan jangkauan sekitar 600 km.
Harpoon adalah rudal buatan Boeing, jarak jangkau 75 mil laut, bisa diluncurkan dari kapal, pesawat, hingga baterai pantai.
ATACMS adalah rudal balistik jarak menengah buatan Lockheed Martin, jangkauan maksimal 300 km, diluncurkan dari HIMARS atau MLRS.
Storm Shadow adalah rudal jelajah buatan MBDA Eropa, memiliki jangkauan 250 km dengan hulu ledak 450 kg.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Ukraina terus mendesak Barat untuk memasok persenjataan jarak jauh demi menyeimbangkan kekuatan. Tomahawk disebut-sebut sebagai salah satu opsi paling efektif, namun pengiriman rudal ini dinilai berisiko tinggi memperburuk konflik dan memperlebar perang di kawasan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


