Putri Kim Jong Un Diperkirakan Segera Jadi Calon Kuat Pemimpin Korut
SEOUL, investor.id – Badan intelijen Korea Selatan (NIS) memberikan penilaian terbaru yang mengejutkan terkait masa depan kepemimpinan di Korea Utara (Korut). Dalam pertemuan tertutup dengan para anggota parlemen pada Kamis, NIS meyakini putri remaja Kim Jong Un kini berada di ambang penetapan resmi sebagai calon penerus takhta kekuasaan.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Kim Jong Un untuk memperpanjang dinasti keluarga Kim hingga generasi keempat, seperti dikutip Associated Press, Jumat (13/2/2026). Penilaian ini muncul di tengah persiapan Korea Utara menggelar konferensi politik terbesar akhir bulan ini, di mana Kim diperkirakan akan memperketat kendali otoriternya.
Anggota parlemen Korea Selatan (Korsel) Lee Seong Kweun mengungkapkan, intelijen mencatat perubahan status yang signifikan bagi sang putri, yang diyakini bernama Kim Ju Ae (sekitar 13 tahun).
"Sebelumnya, NIS menyebut Kim Ju Ae masih dalam tahap 'pelatihan suksesi'. Namun kini, mereka menggunakan istilah 'tahap calon penerus' (successor-designate stage). Ini adalah pergeseran istilah yang sangat krusial," ujar Lee, Jumat.
Keyakinan ini didasarkan pada intensitas kemunculan Ju Ae di acara-acara militer tingkat tinggi, keterlibatannya dalam kunjungan keluarga ke Istana Matahari Kumsusan, hingga indikasi bahwa Kim Jong Un mulai meminta masukan sang putri dalam beberapa urusan kebijakan tertentu.
Simbolisme Politik yang Kuat
Spekulasi mengenai masa depan politik Ju Ae menguat bulan lalu saat ia mendampingi orang tuanya mengunjungi Istana Kumsusan, sebuah mausoleum suci tempat jenazah kakek dan buyutnya disemayamkan. Para ahli menilai kunjungan ini sebagai sinyal paling jelas ia sedang dipersiapkan menjadi ahli waris ayahnya yang kini berusia 42 tahun.
Sejak debut publiknya pada uji coba rudal November 2022, Ju Ae semakin sering terlihat mendampingi ayahnya di berbagai acara penting, mulai dari parade militer hingga kunjungan kenegaraan ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping pada September 2025.
Kongres Partai Buruh yang akan digelar akhir Februari mendatang diprediksi menjadi panggung krusial. Beberapa analis, termasuk Cheong Seong-chang dari Sejong Institute, menduga Kim Jong Un mungkin akan meresmikan rencana suksesi ini dengan memberikan jabatan strategis kepada putrinya, seperti posisi Sekretaris Pertama Partai.
Meskipun budaya kepemimpinan di Korea Utara sangat didominasi pria, kehadiran Ju Ae yang kian menonjol di media pemerintah memaksa dunia internasional untuk menilai ulang potensi kepemimpinan perempuan pertama di negara nuklir tersebut.
Sejarah Dinasti Kim dan Tradisi Suksesi
Republik Demokratik Rakyat Korea (Korut) adalah satu-satunya negara komunis di dunia yang menerapkan sistem kepemimpinan turun-temurun sejak didirikan pada 1948. Dimulai dari Kim Il Sung (Sang Pendiri), kekuasaan beralih kepada putranya Kim Jong Il, dan kemudian kepada Kim Jong Un pada akhir 2011.
Berbeda dengan ayahnya yang baru diperkenalkan ke publik sesaat sebelum menjabat, Kim Jong Un tampak memilih strategi "debut dini" bagi putrinya. Hal ini diduga dilakukan untuk membangun legitimasi sejak dini dan menghindari guncangan politik akibat transisi kekuasaan yang terburu-buru, seperti yang dialami Kim Jong Un saat ayahnya wafat mendadak.
Meski identitas resminya masih sangat tertutup, dengan media negara hanya menyebutnya sebagai "Anak yang Terhormat", peran Kim Ju Ae yang kian sentral menunjukkan Korut tengah bersiap menghadapi transisi kekuasaan yang paling tak terduga dalam sejarahnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


