Minggu, 21 Juni 2026

Perkuat Kekuatan Nuklir, Kim Jong Un Kembali Terpilih Jadi Sekjen Partai Buruh Korut

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2026 | 13:49 WIB
BAGIKAN
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. (Foto: KCNA)
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. (Foto: KCNA)

SEOUL, investor.id – Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un resmi terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea dalam pertemuan hari keempat kongres partai. Kabar ini dilaporkan oleh kantor berita negara, KCNA, pada Senin (23/2/2026) pagi.

Dalam laporan resminya, Partai Buruh memberikan pujian setinggi langit kepada Kim Jong Un atas perannya meningkatkan prestise negara di mata dunia. Kim dianggap berhasil menciptakan lingkungan internasional yang mendukung perjuangan revolusioner serta memperkuat militer Korea Utara menjadi "pasukan elite yang kuat".

Fokus pada Pencegahan Perang Nuklir

KCNA menekankan, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, pertahanan negara telah mengalami kemajuan radikal. Fokus utama militer Korea Utara tetap tertuju pada pengembangan kekuatan nuklir sebagai poros utama penangkal serangan dari pihak luar (war deterrence).

ADVERTISEMENT

Selain menetapkan kembali posisi Kim, kongres tersebut juga melakukan agenda penting lainnya, antara lain:

- Pemilihan Anggota Baru: Memilih anggota Komite Sentral Partai yang baru.

- Revisi Aturan Partai: Mengadopsi sejumlah perubahan pada aturan dasar partai (meskipun detail perubahan tersebut belum dipublikasikan).

Dipantau Ketat Dunia Internasional

Kongres Partai ke-9 ini telah dibuka sejak Kamis lalu. Pertemuan yang biasanya diadakan setiap lima tahun sekali ini menjadi sorotan tajam, terutama oleh Korea Selatan. Seoul memantau dengan cermat setiap perkembangan untuk melihat arah kebijakan domestik maupun luar negeri Korea Utara di masa depan.

Pemilihan kembali Kim Jong Un terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dan perlombaan senjata global yang kian intens. Sejak mengambil alih kekuasaan pada 2011, Kim Jong Un telah mengubah doktrin pertahanan negaranya dari militer konvensional menjadi kekuatan nuklir strategis.

Langkah ini sering kali memicu sanksi internasional yang berat dari PBB, namun pihak Korut bersikeras senjata nuklir adalah satu-satunya jaminan agar rezim mereka tidak digulingkan seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah.

Kongres Partai ke-9 ini dianggap sebagai konsolidasi kekuatan internal untuk memastikan jalur "Byungjin" (pengembangan ekonomi dan kekuatan nuklir secara bersamaan) tetap menjadi prioritas nasional meskipun menghadapi tekanan ekonomi global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia