Sabtu, 4 April 2026

Analisis: Gempuran ke Iran ’Kartu AS’ Politik Netanyahu Menjelang Pemilu

Penulis : Grace El Dora
28 Feb 2026 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Asap mengepul di cakrawala setelah ledakan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). (Foto: AP)
Asap mengepul di cakrawala setelah ledakan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). (Foto: AP)

TEL AVIV, investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, tampaknya kembali menggunakan isu Iran sebagai strategi utama untuk memperkuat posisinya di dalam negeri. Di tengah bayang-bayang pemilu yang kian dekat, serangan udara gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran pekan ini diprediksi akan menjadi pendongkrak elektabilitas sang petahana.

Selama bertahun-tahun, Netanyahu secara konsisten mengampanyekan bahaya nuklir Teheran dan agresi regionalnya. Puncak dari narasi ini adalah Operasi Rising Lion pada Juni 2025, yang kemudian mendapatkan dukungan penuh dari militer Amerika Serikat.

Strategi Politik di Tengah Krisis

Bagi Netanyahu, serangan terhadap Iran bukan sekadar operasi militer, melainkan upaya untuk membentuk kembali peta kekuatan di Timur Tengah. Secara politis, langkah ini dinilai sebagai cara Netanyahu untuk mengalihkan narasi publik terkait kegagalan intelijen pada peristiwa 7 Oktober 2023 silam.

Advertisement

Selain itu, Netanyahu secara terang-terangan menonjolkan kedekatannya dengan Presiden AS Donald Trump sebagai pilar utama kampanye pemilunya tahun ini. Meskipun pemilu secara resmi dijadwalkan pada Oktober 2026, ketegangan koalisi pemerintah diprediksi bisa memajukan jadwal pemungutan suara lebih awal.

Efek "Bersatu di Bawah Bendera"

Secara historis, krisis keamanan di Israel sering kali menciptakan efek rally-around-the-flag, di mana suara oposisi untuk sementara meredup demi persatuan nasional. Hal ini terlihat dari pernyataan pemimpin oposisi, Yair Lapid.

"Israel kuat, IDF dan Angkatan Udara kuat, dan kekuatan super dunia berdiri bersama kita. Di saat seperti ini, tidak ada koalisi atau oposisi, hanya satu bangsa dan satu IDF," ujar Lapid pagi ini.

Taruhan yang Berisiko Tinggi

Namun, keuntungan politik ini belum tentu permanen. Data menunjukkan Operasi Rising Lion pada Juni 2025 hanya memberikan kenaikan elektabilitas yang kecil dan singkat bagi Netanyahu.

Para analis memperingatkan, kalkulasi politik ini bisa berbalik menyerang Netanyahu jika Iran melancarkan serangan balasan yang mengakibatkan kerusakan signifikan atau korban jiwa di tanah Israel. Jika skenario itu terjadi, dukungan publik yang saat ini mengalir bisa dengan cepat berubah menjadi kritik tajam terhadap kebijakan luar negerinya.

Sejak dekade 1990-an, Benjamin Netanyahu telah menempatkan ancaman nuklir Iran sebagai prioritas tertinggi dalam kebijakan keamanan nasional Israel. Dalam politik domestik, isu ini berfungsi sebagai "pemersatu" yang sangat efektif.

Dengan memposisikan diri sebagai satu-satunya pemimpin yang mampu menghadapi Teheran dan mempertahankan dukungan Amerika Serikat, Netanyahu berhasil memenangkan kepercayaan pemilih sayap kanan selama bertahun-tahun.

Namun, dinamika ini berubah pasca-serangan 7 Oktober 2023. Kepercayaan publik terhadap sistem keamanan Israel sempat goyah. Oleh karena itu, ketegangan langsung dengan Iran saat ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai kesempatan bagi Netanyahu untuk memulihkan citranya sebagai "Mr. Security" (Bapak Keamanan) sebelum rakyat Israel kembali ke kotak suara.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 10 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 44 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 44 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 1 jam yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia