Sabtu, 4 April 2026

Akankah Rezim Iran Runtuh Pasca-Kematian Khamenei?

Penulis : Prisma Ardianto
1 Mar 2026 | 20:07 WIB
BAGIKAN
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)

TEHERAN, investor.id – Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS-Israel menjadi guncangan terbesar bagi Republik Islam sejak Revolusi 1979. Meski Presiden Donald Trump memprediksi keruntuhan cepat pemerintahan Teheran, sejumlah pakar dan data di lapangan menunjukkan skenario yang jauh lebih kompleks: Iran justru berpotensi berubah menjadi "negara garnisun" yang lebih radikal.

Menukil Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026), hanya berselang sehari setelah serangan, Teheran segera mengaktifkan "protokol bertahan hidup". Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, mengumumkan pembentukan dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari presiden, kepala yudikatif, dan dewan pengawal.

“Sistem ini dirancang untuk menjadi institusional, bukan personal... mampu beroperasi secara otomatis bahkan saat kepemimpinan politik terputus,” ujar pengamat politik Hossein Royvaran. Hal ini mematahkan asumsi bahwa dekapitasi pemimpin puncak akan langsung melumpuhkan struktur negara.

Analis militer Michael Mulroy memperingatkan bahwa serangan udara saja tidak cukup untuk memicu perubahan rezim. Kekuatan Iran bersandar pada struktur militer ganda: tentara reguler (Artesh) dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Selain itu, milisi Basij yang tersebar di seluruh lingkungan berfungsi sebagai instrumen penindas perlawanan internal sekaligus penggerak massa loyalis.

Advertisement

Menariknya, rezim yang tersisa kini disebut berpotensi menggeser narasi legitimasi dari agama ke nasionalisme. Ali Larijani memperingatkan masyarakat bahwa tujuan akhir Israel adalah memecah wilayah Iran. Dengan mengangkat isu integritas teritorial, pemerintah berupaya menggalang dukungan bahkan dari kelompok sekuler untuk melawan musuh eksternal.

Strategi berkabung selama 40 hari juga diprediksi akan menyulitkan gerakan oposisi untuk melakukan demonstrasi anti-pemerintah, karena ruang publik akan didominasi oleh jutaan pelayat.

Dunia kini menghadapi risiko Iran yang lebih agresif. Selama ini, Khamenei dikenal dengan doktrin "kesabaran strategis" untuk menghindari perang total. Namun, Profesor Universitas Teheran, Hassan Ahmadian, menilai era tersebut telah berakhir.

“Perhitungan baru di Teheran kemungkinan adalah kebijakan 'bumi hangus'. Jika diserang, Iran akan membakar segalanya,” tegas Ahmadian. Tanpa kendali politik dari ulama senior, komandan lapangan IRGC diprediksi akan merespons serangan dengan kekuatan rudal yang lebih masif dan tidak terukur.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 16 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 1 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 1 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 2 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia