Minggu, 5 April 2026

Pakar Sebut Perang Amerika-Israel vs Iran Bisa Picu Perang Dunia III, Begini Petanya

Penulis : Nanda Andrianta
2 Mar 2026 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Menara dan gedung komunikasi televisi pemerintah yang hancur pada Minggu (1/3/2026) selama serangan sebagai bagian dari kampanye militer gabungan AS-Israel yang sedang berlangsung. Menara ini terlihat di Teheran, Iran, Selasa (2/3/2026). (Foto: AP/ Vahid Salemi)
Menara dan gedung komunikasi televisi pemerintah yang hancur pada Minggu (1/3/2026) selama serangan sebagai bagian dari kampanye militer gabungan AS-Israel yang sedang berlangsung. Menara ini terlihat di Teheran, Iran, Selasa (2/3/2026). (Foto: AP/ Vahid Salemi)

Satria juga menyoroti kemungkinan negara-negara besar menjadikan Iran sebagai arena konflik geopolitik, sebagaimana yang pernah terjadi di Suriah. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memperparah situasi kemanusiaan dan menambah korban sipil.

Karena itu, ia mendorong lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan konflik bersenjata tersebut.

Ia juga menyinggung inisiatif perdamaian yang sempat digagas Amerika Serikat melalui Board of Peace. Namun menurutnya, langkah tersebut menjadi kontradiktif setelah serangan terhadap Iran justru terjadi beberapa hari setelah kesepakatan ditandatangani di Washington.

"Para pemimpin dunia wajib menahan diri dari penggunaan kekuatan militer, terutama yang melibatkan senjata pemusnah massal," ujar pria yang juga Dekan Fakultas Hukum Umsura tersebut.

ADVERTISEMENT

Ketegangan antara blok Barat (Amerika Serikat dan Israel) dengan Iran bukanlah dinamika baru, namun serangan langsung ke jantung Teheran pada Februari 2026 ini menandai eskalasi terdahsyat sejak Revolusi Islam 1979. Selama dekade terakhir, hubungan ketiga negara ini terus memburuk akibat perselisihan program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok milisi di kawasan Timur Tengah, serta rentetan sabotase maritim.

Secara geografis, Iran memegang kendali atas Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Sekitar 20% pasokan minyak bumi global melintasi jalur ini setiap harinya. Penutupan atau gangguan di selat ini hampir dipastikan akan memicu guncangan harga energi yang dapat melumpuhkan ekonomi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.

Keterlibatan aktor besar seperti Rusia dan China sebagai mitra strategis Iran menambah kompleksitas situasi.

Jika mekanisme diplomasi di Dewan Keamanan PBB terus mengalami jalan buntu akibat penggunaan hak veto oleh negara-negara anggota tetap, maka kekhawatiran para akademisi mengenai "titik nadir" perdamaian dunia bukan lagi sekadar prediksi, melainkan ancaman nyata yang di depan mata.

Konflik ini tidak hanya menjadi ujian bagi kedaulatan negara-negara yang bertikai, tetapi juga bagi ketahanan sistem keamanan kolektif global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia