Pakar Sebut Perang Amerika-Israel vs Iran Bisa Picu Perang Dunia III, Begini Petanya
Satria juga menyoroti kemungkinan negara-negara besar menjadikan Iran sebagai arena konflik geopolitik, sebagaimana yang pernah terjadi di Suriah. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memperparah situasi kemanusiaan dan menambah korban sipil.
Karena itu, ia mendorong lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan konflik bersenjata tersebut.
Ia juga menyinggung inisiatif perdamaian yang sempat digagas Amerika Serikat melalui Board of Peace. Namun menurutnya, langkah tersebut menjadi kontradiktif setelah serangan terhadap Iran justru terjadi beberapa hari setelah kesepakatan ditandatangani di Washington.
"Para pemimpin dunia wajib menahan diri dari penggunaan kekuatan militer, terutama yang melibatkan senjata pemusnah massal," ujar pria yang juga Dekan Fakultas Hukum Umsura tersebut.
Ketegangan antara blok Barat (Amerika Serikat dan Israel) dengan Iran bukanlah dinamika baru, namun serangan langsung ke jantung Teheran pada Februari 2026 ini menandai eskalasi terdahsyat sejak Revolusi Islam 1979. Selama dekade terakhir, hubungan ketiga negara ini terus memburuk akibat perselisihan program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok milisi di kawasan Timur Tengah, serta rentetan sabotase maritim.
Secara geografis, Iran memegang kendali atas Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Sekitar 20% pasokan minyak bumi global melintasi jalur ini setiap harinya. Penutupan atau gangguan di selat ini hampir dipastikan akan memicu guncangan harga energi yang dapat melumpuhkan ekonomi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.
Keterlibatan aktor besar seperti Rusia dan China sebagai mitra strategis Iran menambah kompleksitas situasi.
Jika mekanisme diplomasi di Dewan Keamanan PBB terus mengalami jalan buntu akibat penggunaan hak veto oleh negara-negara anggota tetap, maka kekhawatiran para akademisi mengenai "titik nadir" perdamaian dunia bukan lagi sekadar prediksi, melainkan ancaman nyata yang di depan mata.
Konflik ini tidak hanya menjadi ujian bagi kedaulatan negara-negara yang bertikai, tetapi juga bagi ketahanan sistem keamanan kolektif global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






