Minggu, 21 Juni 2026

Perang Era Baru: Serangan Drone Targetkan Pusat Data Amazon di Timur Tengah

Penulis : Grace El Dora
3 Mar 2026 | 23:42 WIB
BAGIKAN
Serangan drone hantam pusat data Amazon di UEA & Bahrain. Layanan perbankan dan bandara lumpuh, harga investasi teknologi terancam krisis.
Serangan drone hantam pusat data Amazon di UEA & Bahrain. Layanan perbankan dan bandara lumpuh, harga investasi teknologi terancam krisis.

JAKARTA, investor.id – Peta peperangan modern telah berubah. Di tengah berkecamuknya konflik antara pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, serangan kini tidak lagi hanya menyasar barak militer, melainkan beralih ke jantung infrastruktur digital: pusat data (data centre).

Raksasa teknologi Amazon melaporkan tiga pusat data miliknya, yakni dua di Uni Emirat Arab (UEA) dan satu di Bahrain, dihantam serangan pesawat nirawak (drone) pekan ini. Insiden ini memicu gangguan masif pada layanan komputasi awan (cloud) yang berdampak luas pada sektor perbankan dan transportasi di seluruh wilayah Timur Tengah, menurut laporan Reuters, Selasa (3/3/2026).

Dampak Sistemik: Bursa Saham Berhenti, Bandara Lumpuh

Amazon mengonfirmasi bahwa serangan drone pada hari Minggu tersebut menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan. Meski proses perbaikan sedang berjalan, pihak perusahaan memperkirakan pemulihan akan memakan waktu lama karena skala kerusakan yang besar.

ADVERTISEMENT

Dampak dari lumpuhnya layanan Amazon Web Services (AWS) ini terasa nyata:

- Pasar Saham: Bursa efek UEA terpaksa ditutup pada Senin dan Selasa akibat gangguan teknis.

- Transportasi Udara: Puluhan ribu penumpang telantar di bandara Dubai dan Kuwait karena sistem layanan penerbangan yang berbasis AWS mengalami malfungsi total.

Mengapa Pusat Data Jadi Target Perang?

Jika dulu perang bertujuan memutus pasokan makanan atau energi, peperangan masa depan menjadikan aset teknologi sebagai target utama. Ini seperti yang terlihat dalam konflik Rusia-Ukraina dan krisis Timur Tengah saat ini.

Pusat data adalah konsentrasi kekuatan komputasi dan informasi yang luar biasa. Melumpuhkan satu titik saja dapat menciptakan "efek domino" yang mengacaukan ekonomi sipil sekaligus mengganggu koordinasi militer musuh secara real-time. Saat ini, militer sangat bergantung pada pusat data untuk logistik, intelijen, hingga sistem penargetan senjata.

Ancaman terhadap Hub Teknologi Global

Serangan ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi masa depan investasi teknologi di Timur Tengah. Kawasan ini merupakan hub global bagi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) yang telah menarik investasi miliaran dolar.

Sebagai gambaran, AWS berencana menginvestasikan lebih dari US$ 5,3 miliar pada akhir 2026 di Arab Saudi, sementara Microsoft telah berkomitmen menanamkan modal sebesar US$ 15,2 miliar di UEA. Serangan drone ini menunjukkan kerentanan titik-titik saraf teknologi dunia di tengah konflik geopolitik yang memanas.

Munculnya serangan terhadap pusat data menandai pergeseran ke arah "Perang Generasi Kelima" (Fifth-Generation Warfare), di mana garis antara target militer dan sipil menjadi semakin kabur. Dalam konsep ini, melumpuhkan konektivitas internet dianggap sama efektifnya dengan menghancurkan jembatan atau gudang amunisi.

Ketergantungan dunia pada penyedia layanan transnasional seperti Amazon, Google, dan Microsoft membuat infrastruktur fisik mereka menjadi titik lemah (chokepoint) strategis.

Jika pusat-pusat data ini tidak segera mendapatkan proteksi pertahanan udara yang setara dengan pangkalan militer, maka stabilitas ekonomi suatu negara dapat runtuh hanya dalam hitungan menit melalui serangan drone yang relatif murah namun berdampak sistemik global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia