Iran Tolak Tawaran Mediasi Indonesia: Tak Ada Negosiasi, Kami Sudah Tidak Percaya
JAKARTA, investor.id – Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia menegaskan bahwa Iran menutup rapat pintu negosiasi dengan pihak lawan di tengah eskalasi serangan yang terus meningkat Timur Tengah. Pernyataan ini sekaligus menanggapi tawaran Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesediaan Indonesia untuk menjadi mediator konflik.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan perundingan dalam kondisi saat ini. Sikap keras Teheran ini dipicu oleh pengalaman pahit di masa lalu saat proses diplomasi justru dikhianati oleh serangan militer.
“Berkaitan dengan usulan dari pemerintah Indonesia sudah disampaikan. Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh karena kami sudah tidak percaya,” ujar Boroujerdi di kediamannya, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Boroujerdi memaparkan alasan di balik hilangnya kepercayaan Iran terhadap meja perundingan. Menurutnya, Iran telah tiga kali mencoba jalur negosiasi, namun wilayah mereka justru diserang saat pembicaraan sedang berlangsung atau mendekati kesepakatan.
“Dikarenakan kami telah tiga kali melakukan negosiasi, dilakukan di tengah atau di ujung negosiasi negara kami telah diserang. Kali ini kami akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” tegas Boroujerdi.
Situasi di Timur Tengah sendiri semakin kritis pasca serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap berbagai target di wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Serangan tersebut memicu eskalasi militer yang kini berada pada titik didih.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak sebagai mediator. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya diplomasi aktif Indonesia untuk meredakan ketegangan dan mengupayakan gencatan senjata demi stabilitas global.
“Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog. Jika diterima oleh kedua belah pihak, Presiden bersedia berangkat ke Teheran untuk melakukan mediasi,” bunyi pernyataan resmi kementerian terkait pada Sabtu pekan lalu.
Meski Indonesia berkomitmen menawarkan solusi damai, penolakan tegas dari pihak Iran menandakan bahwa konflik di kawasan tersebut kini lebih condong diselesaikan melalui kekuatan militer di lapangan daripada meja diplomasi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba
PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Tag Terpopuler
Terpopuler






