Sabtu, 4 April 2026

Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Penulis : Prisma Ardianto
2 Apr 2026 | 16:15 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (kanan) usai forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (kanan) usai forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat. (Foto: Kemenko Perekonomian)

SEOUL, investor.id – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan membuahkan hasil signifikan bagi ekonomi nasional ke depan. Pemerintah berhasil mengamankan total komitmen investasi senilai Rp 574 triliun yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari transisi hijau hingga ekonomi digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merinci bahwa komitmen dari Korea Selatan mencapai US$ 10,2 miliar atau setara Rp 173 triliun. Angka ini melengkapi hasil kunjungan dari Jepang pada kesempatan sebelumnya yang mencatatkan komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp 401 triliun.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor. Jepang peringkat ketiga dan Korea peringkat ketujuh dalam investasi dan perdagangan,” ujar Airlangga usai forum Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (2/4/2026).

Advertisement

Di Korea Selatan, kerja sama difokuskan pada energi terbarukan, pengembangan tenaga surya, dan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Selain itu, kolaborasi juga diperluas pada sektor industri dan manufaktur, termasuk pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan. Kerja sama tersebut turut mencakup sektor ekonomi digital dan pengembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional di era transformasi digital

Kerja sama investasi dengan perusahaan Korsel juga mencakup sektor properti dan infrastruktur untuk kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Penguatan kerja sama ikut ditegaskan antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry, yang diarahkan untuk mendorong realisasi komitmen bisnis, khususnya dalam penguatan rantai pasok baterai dan investasi manufaktur berbasis teknologi. Dalam konteks ini, keberlanjutan investasi dari POSCO dan minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi turut menjadi bagian penting dalam memperdalam kerja sama kedua negara.

Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 574 Triliun dari Jepang dan Korsel
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo pada Senin (30/3/2026). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Sementara itu, investasi dari Jepang akan memperkuat sektor migas melalui Proyek Masela, hilirisasi industri, serta sektor keuangan melalui sinergi Sumitomo Mitsui Banking Corporation dengan Pegadaian. Kerja sama ini juga melibatkan Japan External Trade Organization (JETRO) dan Kadin Indonesia untuk mendorong kemitraan bisnis kelembagaan.

Sektor industri kreatif dan manufaktur juga menjadi fokus pengembangan antara Indonesia dan Jepang, sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 574 Triliun dari Jepang dan Korsel
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Airlangga menekankan bahwa ke depan, kedua negara tersebut berharap dapat berkolaborasi melalui sovereign wealth fund Indonesia sebagai co-investor. Pemerintah pun berkomitmen menciptakan iklim investasi kondusif dengan melakukan langkah percepatan penyelesaian kendala (debottlenecking) yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan.

“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp 574 triliun,” pungkas Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 3 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 7 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 11 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 37 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 40 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia