Minggu, 5 April 2026

Trump Soal Lonjakan Harga BBM: "Kalau Naik, Ya Naik Saja"

Penulis : Grace El Dora
6 Mar 2026 | 14:28 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara saat sarapan bersama Asosiasi Gubernur Nasional di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Jumat (20/2/2026) di Washington, AS. (Foto: AP/ Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara saat sarapan bersama Asosiasi Gubernur Nasional di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Jumat (20/2/2026) di Washington, AS. (Foto: AP/ Evan Vucci)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan dirinya tidak khawatir dengan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat yang dipicu oleh meluasnya konflik dengan Iran. Dalam wawancara eksklusif Reuters pada Jumat (6/3/2026), Trump menyatakan operasi militer AS adalah prioritas utamanya saat ini.

"Saya sama sekali tidak khawatir. Harga akan turun sangat cepat setelah ini selesai. Kalaupun naik, ya naik saja. Ini jauh lebih penting daripada sekadar kenaikan harga bensin yang sedikit," ujar Trump ketika ditanya mengenai kenaikan harga di pompa bensin, Jumat.

Komentar dingin Trump tersebut sontak memicu ingatan publik pada momen ikonik film Rocky IV. Kalimat "if they rise, they rise" (kalau naik, ya naik saja) dinilai sangat mirip dengan ucapan petinju Rusia Ivan Drago yang mengatakan "if he dies, he dies" saat bertarung melawan Apollo Creed.

ADVERTISEMENT

Perubahan Drastis Sikap Politik

Pernyataan ini menandai pergeseran nada bicara Trump. Padahal, baru bulan lalu dalam pidato kenegaraan (State of the Union), Trump membanggakan keberhasilannya menurunkan harga baham bakar minyak (BBM). Hal serupa juga ia sampaikan dalam kampanye energi di Texas, hanya beberapa jam sebelum AS melancarkan serangan udara pada Sabtu lalu.

Para analis politik menilai sikap "masa bodoh" ini bisa menjadi bumerang bagi Partai Republik dalam pemilu sela (midterm) November 2025. Saat ini, kendali atas Kongres AS sedang dipertaruhkan, sementara pemilih sudah mulai resah dengan tingginya biaya hidup dan pengelolaan ekonomi di bawah pemerintahan Trump.

Kegelisahan di Balik Layar Gedung Putih

Meski Trump tampak santai di depan publik, situasi di internal Gedung Putih justru dikabarkan tegang. Kepala Staf Susie Wiles dan Menteri Energi Chris Wright dilaporkan terus berkomunikasi dengan para CEO perusahaan minyak untuk mencari opsi meredam harga energi.

Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya kepanikan di tim keamanan nasional dan tim energi. Wiles bahkan memperingatkan dalam rapat internal kegagalan mengendalikan harga BBM bisa berdampak "katastropik" bagi kemenangan Republik di pemilu mendatang.

Kondisi Pasar Minyak Global

Sejak konflik pecah Sabtu (28/3/2026), harga minyak dunia telah melonjak hingga 16%. Berdasarkan data AAA, rata-rata harga bensin nasional di AS naik 27 sen menjadi US$ 3,25 per galon dalam sepekan terakhir. Angka ini lebih tinggi 15 sen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, Trump tetap optimis. Ia yakin Selat Hormuz, jalur krusial pengiriman minyak dunia, akan tetap terbuka karena menurutnya angkatan laut Iran sudah berada di "dasar laut". Ia juga menegaskan belum berniat menggunakan Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve) untuk saat ini.

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz

Sebagai konteks tambahan, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai titik didih menyusul serangkaian serangan udara yang dilancarkan AS sebagai respons atas aktivitas militer Iran di kawasan Timur Tengah. Fokus utama dari konflik ini adalah Selat Hormuz, sebuah jalur perairan sempit yang menjadi urat nadi energi dunia.

Sekitar 20% dari total konsumsi minyak bumi dunia melewati selat ini setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini hampir dipastikan akan memicu guncangan hebat pada pasar energi global. Sejarah mencatat bahwa fluktuasi harga BBM di Amerika Serikat selalu menjadi isu sensitif yang mampu mengubah peta politik domestik, terutama menjelang pemilihan umum.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia