Minggu, 5 April 2026

Pasar Saham AS Lesu di Tengah Perang Iran dan Menanti Data Inflasi CPI

Penulis : Grace El Dora
11 Mar 2026 | 19:59 WIB
BAGIKAN
Spesialis Dilip Patel bekerja di posnya di lantai Bursa Saham New York (Wall Street), AS pada Senin (26/1/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)
Spesialis Dilip Patel bekerja di posnya di lantai Bursa Saham New York (Wall Street), AS pada Senin (26/1/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak (AS) stagnan pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Para investor cenderung bersikap waspada (wait and see) seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak mentah yang melampaui level US$ 90 per barel.

Kelesuan di bursa Wall Street, termasuk pada indeks S&P 500 dan Nasdaq 100, terjadi setelah laporan adanya serangan proyektil terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz dan Teluk Persia. Ketegangan ini memicu Badan Energi Internasional (IEA) untuk mengusulkan pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah guna menstabilkan pasar.

"Langkah pelepasan cadangan minyak ini lebih bersifat psikologis. Namun, saat ini psikologi adalah faktor terpenting bagi pasar, bahkan mungkin lebih krusial daripada jumlah bom atau barel minyak itu sendiri," ujar Chief Investment Officer Siebert Financial Mark Malek, seperti dikutip Bloomberg internasional, Rabu.

ADVERTISEMENT

Fokus pada Data Inflasi CPI

Investor kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang dijadwalkan keluar Rabu pagi waktu setempat atau Kamis pagi WIB. Data ini sangat krusial untuk menentukan apakah inflasi masih terkendali sebelum lonjakan harga minyak akibat perang terjadi.

Jika inflasi inti tercatat lebih rendah dari perkiraan 2,4%, hal tersebut dapat menjadi bantalan ekonomi yang meredam dampak negatif dari krisis di Timur Tengah. Selain CPI, pasar juga menunggu rilis indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve (The Fed) untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.

Di tengah ketidakpastian makro, beberapa saham menunjukkan pergerakan signifikan pada sesi pra-pasar:

- Oracle Corp: Melonjak tajam setelah melaporkan kinerja keuangan yang kuat, didorong oleh tingginya permintaan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).

- Nike Inc: Mengalami kenaikan setelah mendapat peningkatan peringkat (upgrade) menjadi overweight oleh analis Barclays.

- AeroVironment Inc: Merosot setelah produsen drone pertahanan ini mengeluarkan proyeksi pendapatan kuartal ketiga yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Pasar modal global memiliki ketergantungan yang sangat erat terhadap stabilitas harga energi. Minyak bumi merupakan komponen utama dalam biaya produksi dan transportasi, sehingga kenaikan harga minyak yang drastis akibat konflik geopolitik di Timur Tengah hampir selalu diikuti oleh lonjakan inflasi ( cost-push inflation).

Bagi Amerika Serikat, situasi ini menjadi dilema bagi Bank Sentral (The Fed).

Jika inflasi terus merangkak naik akibat harga energi, The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan sikap hawkish atau tetap menahan suku bunga di level tinggi untuk meredam laju kenaikan harga. Namun, di sisi lain, suku bunga tinggi yang bertahan lama dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan minat investasi pada aset berisiko seperti saham.

Oleh karena itu, rilis data inflasi saat ini menjadi "peta jalan" bagi investor untuk memprediksi apakah ekonomi dunia akan menghadapi resesi atau mampu bertahan di tengah badai perang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia