Ledakan Guncang Dubai, Kedubes AS di Baghdad Diserang Drone
DUBAI, investor.id – Eskalasi perang antara aliansi Amerika Serikat (AS) dengan Israel melawan Iran memasuki hari ke-15 dengan serangan yang kian meluas. Dua pusat penting di Timur Tengah, yaitu Dubai dan Baghdad, menjadi sasaran serangan udara dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Ini menandakan babak baru ketegangan yang kian mencekam di kawasan tersebut.
Dubai Diguncang Ledakan Ganda
Pusat keuangan Dubai (Dubai International Financial Centre/ DIFC) kembali dihantam puing-puing hasil intersepsi serangan udara. Ini merupakan serangan kedua yang menyasar jantung ekonomi Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu singkat. Meskipun otoritas memastikan tidak ada korban jiwa maupun kebakaran, guncangan ledakan tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga.
"Saya melompat dari tempat tidur, itu adalah suara paling keras yang pernah saya dengar. Tanah terasa berguncang," ujar salah satu saksi mata seperti dikutip AFP, Sabtu (14/3/2026).
Koresponden di lapangan melaporkan terdengar dua kali ledakan besar yang diikuti kepulan asap hitam di distrik pusat kota. Kantor Media Dubai melalui platform X menyatakan insiden tersebut telah sepenuhnya terkendali.
Kedubes AS di Baghdad Jadi Sasaran
Di saat yang sama, situasi di Irak tak kalah memanas. Sebuah drone dilaporkan berhasil menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad. Menurut laporan Associated Press, proyektil tersebut menyerang area landasan helikopter (helipad) di dalam zona diplomatik tersebut.
Serangan terhadap kedutaan ini diduga kuat merupakan balasan atas operasi militer sebelumnya yang menargetkan kelompok Kataeb Hizbullah. Sumber keamanan menyebutkan serangan rudal AS sebelumnya telah menghantam sebuah rumah yang digunakan kelompok tersebut, menewaskan seorang "tokoh kunci" dan melukai beberapa anggota lainnya.
Serangan yang menyasar Dubai dan Baghdad menandai perubahan signifikan dalam dinamika konflik di Timur Tengah. Dubai, yang selama ini dikenal sebagai zona aman sekaligus pusat perdagangan dan pariwisata global, kini mulai merasakan dampak langsung dari peperangan.
Keterlibatan Dubai dalam radar serangan menunjukkan bahwa Iran dan proksinya berusaha memberikan tekanan ekonomi terhadap sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Di sisi lain, serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad mempertegas kerentanan posisi diplomatik Amerika di Irak. Irak kini kembali menjadi medan pertempuran proksi, di mana kelompok-kelompok bersenjata dukungan Iran seperti Kataeb Hizbullah melakukan aksi balasan atas serangan udara AS.
Dengan meluasnya target dari situs militer ke pusat keuangan dan pos diplomatik, kekhawatiran akan terjadinya perang regional berskala besar kini menjadi ancaman nyata yang dapat melumpuhkan stabilitas global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






