Minggu, 21 Juni 2026

Intelijen AS Sebut Pendapatan Korut Meroket dari Jual Senjata ke Rusia dan Kejahatan Siber

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2026 | 04:02 WIB
BAGIKAN
Para karyawan mengamati papan elektronik yang memantau kemungkinan serangan siber ransomware di Badan Keamanan Internet Korea di Seoul. (Foto: YUN GON-JIN/YONHAP/ASSOCIATED PRESS)
Para karyawan mengamati papan elektronik yang memantau kemungkinan serangan siber ransomware di Badan Keamanan Internet Korea di Seoul. (Foto: YUN GON-JIN/YONHAP/ASSOCIATED PRESS)

WASHINGTON, investor.id – Pendapatan mata uang asing Korea Utara dilaporkan mencapai level tertinggi sejak sanksi internasional diperketat pada 2018. Lonjakan devisa ini dipicu oleh dua mesin uang utama: penjualan senjata ke Rusia dan aksi perampokan siber berskala global.

Laporan tahunan dari Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa rezim Kim Jong Un setidaknya meraup US$ 1 miliar (sekitar Rp 15,7 triliun) setiap tahunnya dari operasi siber ilegal. Dana ini digunakan untuk mendanai ambisi militer serta pengembangan rudal canggih dan senjata nuklir, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (20/3/2026).

Korut dinilai semakin canggih dalam menembus sistem keamanan internasional. Laporan tersebut menyebutkan bahwa "pasukan" peretas Korea Utara fokus pada upaya menghindari sanksi finansial, mencuri dana, serta melakukan spionase siber guna menambal celah dalam program pengembangan senjata mereka.

Tak hanya mengandalkan peretasan, Korea Utara juga mengerahkan pekerja IT yang berbasis di luar negeri. Mereka sering kali menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar dunia demi mencuri rahasia militer dan industri.

ADVERTISEMENT

Keuntungan Besar dari Perang Ukraina

Selain sektor siber, kemitraan militer dengan Moskow menjadi sumber pendapatan baru yang sangat menggiurkan. Sebuah studi memperkirakan Korea Utara telah memasok senjata dan personel militer senilai hingga US$ 14 miliar untuk mendukung invasi Rusia di Ukraina.

Sinergi ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga transfer teknologi militer. Intelijen AS mencatat bahwa Korea Utara telah mendapatkan "pengalaman tempur yang berharga" serta teknologi militer dari Rusia sebagai imbalan atas partisipasi mereka dalam operasi tempur melawan Ukraina.

Ancaman Nuklir yang Kian Nyata

Kembalinya arus modal ini membuktikan bahwa sanksi ekonomi internasional mulai kehilangan taji. Dengan dana yang terus mengalir, Korea Utara dilaporkan telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat.

"Korea Utara berkomitmen kuat untuk memperluas persenjataan nuklirnya, yang terlihat dari pesatnya frekuensi uji coba penerbangan dan pengungkapan kemampuan pengayaan uranium mereka," tulis laporan ODNI tersebut.

Sejak 2006, Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan serangkaian sanksi berat terhadap Korea Utara sebagai respons atas program nuklir dan uji coba rudal balistiknya. Sanksi ini dirancang untuk memutus jalur perdagangan utama seperti ekspor batu bara, tekstil, dan hasil laut guna menghentikan pendanaan militer negara tersebut.

Namun, pecahnya perang di Ukraina pada 2022 menciptakan dinamika geopolitik baru. Isolasi yang dialami Rusia dari Barat mendorong Moskow untuk mempererat hubungan dengan Pyongyang. Aliansi ini memberikan "napas baru" bagi ekonomi Korea Utara, di mana kebutuhan Rusia akan amunisi konvensional bertemu dengan kebutuhan Korea Utara akan pangan, energi, dan bantuan teknologi tinggi.

Transformasi Korea Utara dari negara terisolasi menjadi penyokong logistik perang global menunjukkan kegagalan strategi tekanan maksimum yang selama ini diterapkan oleh blok Barat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 15 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia