BSKLN Kemlu dan Think Tank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia melalui Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri menggagas penguatan kerja sama middle power bersama kalangan think tank Kanada di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Inisiatif ini mengemuka dalam forum Roundtable Policy Dialogue (RPD) yang digelar KBRI Ottawa bekerja sama dengan BSKLN Kemenlu di Ottawa, Kamis (9/4/2026). Forum tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan strategis antara Indonesia dan para pemikir kebijakan Kanada terkait perkembangan geopolitik dan geoekonomi global.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menilai, momentum saat ini sangat tepat untuk mendorong hubungan Indonesia–Kanada ke tingkat yang lebih konkret dan strategis, terutama dalam memperkuat posisi kedua negara di kawasan Indo-Pasifik. “Ini saat yang tepat untuk membawa hubungan Indonesia dan Kanada ke level yang lebih maju dan relevan, tidak hanya secara politik tetapi juga dalam kerja sama ekonomi jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (11/4/2026)..
Kepala BSKLN Kemenlu Muhammad Takdir menegaskan, Indonesia memandang peran middle power semakin penting dalam menjaga stabilitas global. Menurutnya, kerja sama ini bukan untuk menyaingi negara besar, melainkan untuk menciptakan keseimbangan dan mendorong solusi yang inklusif. “Indonesia memiliki DNA sebagai bridge builder yang mengedepankan kerja sama multilateral dan stabilitas global. Dalam konteks ini, Kanada merupakan mitra strategis,” katanya.
Dari sisi Kanada, kalangan think tank menilai terdapat peluang besar untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia. Perubahan arah kebijakan global dan kebutuhan diversifikasi mitra membuka ruang kerja sama yang lebih luas, khususnya di kawasan Indo-Pasifik. Forum juga membahas sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan bersama, mulai dari mineral kritis, maritim, energi panas bumi, hingga teknologi dan pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi pendidikan.
Selain itu, percepatan implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dinilai penting untuk mendorong arus perdagangan dan investasi kedua negara. Para peserta menilai, sinergi antara Indonesia dan Kanada sebagai negara middle power dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berorientasi pada solusi.
Melalui dialog ini, Indonesia dan Kanada diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang lebih konkret dan berdampak nyata, sejalan dengan momentum 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






