Minggu, 21 Juni 2026

Indonesia Tegaskan Izin Melintas Pesawat Militer AS Belum Final

Penulis : Jayanty Nada Shofa
13 Apr 2026 | 21:11 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendengarkan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer di Washington, AS pada 19 Februari 2026. Percakapan tersebut berlangsung selama penandatanganan dokumen tentang implementasi perjanjian menuju era keemasan baru bagi aliansi AS-Indonesia. (Foto: US Trade Representative)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendengarkan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer di Washington, AS pada 19 Februari 2026. Percakapan tersebut berlangsung selama penandatanganan dokumen tentang implementasi perjanjian menuju era keemasan baru bagi aliansi AS-Indonesia. (Foto: US Trade Representative)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia secara resmi membantah kabar pihaknya telah memberikan izin melintas (blanket overflight clearance) secara otomatis bagi pesawat militer Amerika Serikat (AS). Klarifikasi ini muncul menanggapi laporan media asing yang menyebut adanya pergeseran kebijakan luar negeri Indonesia.

Laporan dari The Sunday Guardian yang berbasis di New Delhi sebelumnya mengklaim Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui izin terbang bebas bagi militer AS. Laporan tersebut mengutip dokumen rahasia dan menyebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin akan menandatangani kesepakatan tersebut di Washington pekan ini.

Menanggapi isu tersebut, juru bicara Menhan Sjafrie Sjamsoedin Rico Ricardo Sirait pada Senin (13/4/2026) menegaskan dokumen yang beredar hanyalah rancangan awal yang masih dalam tahap diskusi internal antarinstansi.

"Kesepakatan itu belum final, tidak mengikat secara hukum, dan tidak dapat dijadikan dasar kebijakan resmi pemerintah," tegas Rico kepada Jakarta Globe, Senin.

ADVERTISEMENT

Pemerintah mendeskripsikan kerja sama tersebut masih dalam bentuk Letter of Intent (LoI), yang menunjukkan pembicaraan tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal.

Kedaulatan Udara Tetap Harga Mati

Indonesia menekankan bahwa setiap negosiasi pertahanan akan selalu mengutamakan kepentingan nasional dan hukum yang berlaku. Rico memastikan kendali penuh atas wilayah udara tetap berada di tangan Indonesia.

"Otoritas, kendali, dan pengawasan atas ruang udara Indonesia sepenuhnya milik negara kita. Regulasi apa pun nantinya akan menjamin hak penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di wilayah udara nasional," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengingatkan seluruh pesawat asing, termasuk militer, wajib mengantongi izin diplomatik (diplomatic clearance) dan izin keamanan (security clearance) sebelum melintasi wilayah udara Indonesia.

Meski ada bantahan terkait finalisasi kesepakatan, Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon pada Senin waktu setempat.

Isu mengenai izin melintas pesawat militer ini menjadi sensitif mengingat posisi geopolitik Indonesia yang menganut prinsip politik luar negeri "Bebas Aktif". Selama beberapa dekade, Indonesia secara konsisten menolak untuk menjadi pangkalan militer atau memberikan hak istimewa yang berlebihan kepada kekuatan besar mana pun, baik Amerika Serikat maupun China.

Ketegangan di Laut Natuna Utara serta persaingan pengaruh di kawasan Indo Pasifik membuat setiap langkah diplomasi pertahanan Indonesia dipantau ketat. Jika izin blanket overflight ini diberikan, hal tersebut akan dianggap sebagai preseden baru yang dapat mengganggu keseimbangan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara mitra strategis lainnya.

Oleh karena itu, transparansi dalam perjanjian pertahanan menjadi kunci bagi pemerintah untuk membuktikan kedaulatan wilayah tetap menjadi prioritas di atas kepentingan politik praktis.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia