Minggu, 21 Juni 2026

China Siapkan Balasan Jika Trump Nekat Naikkan Tarif Impor

Penulis : Grace El Dora
14 Apr 2026 | 18:27 WIB
BAGIKAN
Seorang pramugari berjalan melewati bendera nasional Amerika Serikat dan Tiongkok. (Foto: AP/ Andy Wong)
Seorang pramugari berjalan melewati bendera nasional Amerika Serikat dan Tiongkok. (Foto: AP/ Andy Wong)

BEIJING, investor.id – Pemerintah China secara tegas menyatakan akan mengambil "langkah balasan" apabila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewujudkan ancamannya untuk mengenakan tarif baru terhadap produk-produk asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Ancaman ini mencuat setelah muncul laporan yang menuduh pemerintah China telah memasok atau berencana mengirimkan persenjataan ke Iran di tengah ketegangan perang yang sedang berlangsung, lapor AFP, Selasa (14/4/2026).

Pekan lalu, Presiden Trump menyatakan bakal memukul komoditas China dengan tarif sebesar 50% jika terbukti memberikan bantuan militer kepada Iran. Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat Trump dijadwalkan akan mengunjungi Beijing bulan depan untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Tuduhan Intelijen AS

ADVERTISEMENT

Ketegangan ini bermula dari laporan CNN internasional yang mengutip sumber intelijen bahwa China tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa pekan ke depan. Selain itu, New York Times juga melaporkan pejabat AS menduga otoritas China mungkin telah mengirimkan rudal panggul ke wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun membantah keras kabar tersebut dalam konferensi pers hari ini. Ia menyebut laporan-laporan itu sebagai rekayasa semata.

"Jika Amerika Serikat bersikeras menggunakan alasan ini untuk membebankan tarif tambahan, China dipastikan akan mengambil langkah balasan yang tegas," ujar Guo.

Hubungan China-Iran: Transaksional atau Militer?

Otoritas China memang merupakan mitra ekonomi utama Iran, terutama sebagai pembeli terbesar minyak mentah dari negara Timur Tengah tersebut. Namun, banyak analis menilai hubungan kedua negara lebih bersifat transaksional daripada kemitraan militer formal.

Di sisi lain, China juga memiliki kepentingan ekonomi yang kuat dengan negara-negara Teluk lainnya. Selama ini, China cenderung kritis terhadap serangan-serangan Iran yang menargetkan wilayah Teluk selama perang berlangsung guna menjaga keseimbangan hubungan di kawasan tersebut.

Perselisihan tarif antara Amerika Serikat dan China bukanlah hal baru, namun keterkaitannya dengan isu militer di Timur Tengah menandai babak baru yang lebih berisiko. Sejak era pertama kepemimpinannya, Donald Trump kerap menggunakan instrumen tarif sebagai senjata negosiasi untuk menekan defisit perdagangan AS dan membatasi pengaruh global China.

Di sisi lain, posisi China di Timur Tengah dinilai unik. Sebagai importir energi terbesar dunia, China berkepentingan menjaga stabilitas di Selat Hormuz dan sekitarnya.

Meskipun China kerap menggunakan pengaruh ekonominya untuk membantu Iran menghindari isolasi Barat, pemerintahnya juga harus berhati-hati agar tidak merusak hubungannya dengan negara-negara Arab sekutu AS yang menjadi pemasok minyak utama lainnya.

Ancaman tarif 50% ini diprediksi tidak hanya akan mengganggu hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga berpotensi mengacaukan rantai pasok global yang baru mulai pulih.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia