Minggu, 21 Juni 2026

AS Tutup Pusat Misi di Gaza dan Bentuk Pasukan Internasional

Penulis : Grace El Dora
2 Mei 2026 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Para anggota tim pertahanan sipil Palestina memperbaiki mobil yang hancur setelah terkena serangan Israel di Kota Gaza, Selasa (28/4/2026). (Foto: AP/ Jehad Alshrafi)
Para anggota tim pertahanan sipil Palestina memperbaiki mobil yang hancur setelah terkena serangan Israel di Kota Gaza, Selasa (28/4/2026). (Foto: AP/ Jehad Alshrafi)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana menutup pusat misinya di Jalur Gaza menyusul kegagalan dalam memastikan kepatuhan Israel dan Hamas terhadap gencatan senjata. Laporan ini pertama kali mencuat melalui sumber diplomatik yang dikutip oleh Reuters pada Jumat (1/5/2026).

Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) yang selama ini beroperasi dinilai tidak lagi mampu mempertahankan stabilitas keamanan maupun menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.

Sebagai gantinya, pemerintah AS akan membentuk misi keamanan internasional baru yang dipimpin langsung oleh Washington. Sekitar 40 tentara AS direncanakan akan dikerahkan sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional untuk mengawasi situasi di wilayah Palestina secara lebih ketat.

Rencana Perdamaian Donald Trump

ADVERTISEMENT

Langkah transisi ini merupakan bagian dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang disetujui pada November 2025. Resolusi yang diusulkan AS tersebut mendukung rencana komprehensif Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan krisis di Gaza.

Dalam pemungutan suara di PBB, rencana tersebut memperoleh 13 suara dukungan, sementara Rusia dan China memilih untuk abstain. Peta jalan perdamaian ini mendorong pembentukan pemerintahan internasional sementara dan "Dewan Perdamaian" yang diketuai oleh Trump, berkoordinasi dengan Israel serta Mesir.

Meski AS telah mengumumkan transisi ke fase kedua dari rencana perdamaian tersebut, kondisi di lapangan masih jauh dari kata damai. Serangan dan gempuran militer Israel dilaporkan masih terus berlanjut, sementara kelompok Hamas secara tegas menolak untuk melucuti persenjataan mereka.

Eskalasi di Jalur Gaza telah menjadi ujian berat bagi diplomasi luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Sejak resolusi PBB disahkan pada akhir 2025, AS berupaya menggeser pendekatan dari sekadar bantuan kemanusiaan menjadi pengawasan keamanan aktif melalui Pasukan Stabilisasi Internasional.

Namun, transisi ke fase kedua rencana perdamaian ini menghadapi tembok besar berupa ketidakpercayaan antar pihak yang bertikai. Di satu sisi, Israel terus melakukan operasi militer dengan alasan keamanan nasional, sementara di sisi lain, Hamas tetap mempertahankan struktur militernya sebagai bentuk perlawanan.

Pembentukan "Dewan Perdamaian" diharapkan dapat menjadi jembatan negosiasi baru, meskipun kehadiran personel militer asing di tanah Palestina tetap menjadi isu sensitif yang berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia