Minggu, 5 April 2026

Lima Strategi Cerdas Mengelola THR

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Mar 2026 | 21:35 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi - Mengelola Tunjangan Hari Raya (THR). (Freepik)
Ilustrasi - Mengelola Tunjangan Hari Raya (THR). (Freepik)

JAKARTA, investor.id — Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen peningkatan likuiditas rumah tangga yang bersifat musiman. Tambahan pemasukan di luar gaji rutin ini sering kali langsung terserap untuk kebutuhan konsumsi menjelang Idulfitri, seperti belanja pakaian, mudik, hingga pemberian hadiah bagi keluarga.

Tanpa perencanaan, THR kerap habis dalam waktu singkat dan tidak memberikan dampak berarti bagi kondisi keuangan setelah Lebaran. Dalam perspektif manajemen keuangan, THR dapat diposisikan sebagai momentum strategis untuk memperkuat struktur keuangan keluarga, bukan sekadar menambah belanja musiman.

Berikut lima (5) strategi alokasi THR agar memperoleh manfaat berkelanjutan:

ADVERTISEMENT

1. Mendahulukan kewajiban dan berbagi (10%–15%)

Mengalokasikan dana untuk zakat fitrah, sedekah, atau membantu keluarga menjadi prioritas awal. Selain memenuhi kewajiban, langkah ini membantu membentuk disiplin dalam pengelolaan dana tambahan.

2. Mengurangi beban utang (10%–20%)

THR dapat dimanfaatkan untuk melunasi atau mengurangi cicilan konsumtif seperti kartu kredit atau paylater. Strategi ini efektif memperbaiki arus kas bulanan dan mengurangi tekanan keuangan setelah periode Lebaran.

3. Mengatur anggaran kebutuhan Lebaran (40%–50%)

Belanja kebutuhan hari raya tetap menjadi bagian penting dari tradisi. Namun, penetapan batas anggaran yang jelas membantu menjaga keseimbangan antara konsumsi dan stabilitas keuangan.

4. Memperkuat dana darurat dan instrumen likuid (10%–20%)

Sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk dana darurat atau instrumen yang mudah dicairkan, seperti tabungan, emas, maupun reksa dana pasar uang. Dana ini berfungsi sebagai bantalan jika terjadi kebutuhan mendesak setelah periode libur panjang.

5. Melengkapi perencanaan dengan perlindungan keuangan

Selain tabungan, manajemen risiko menjadi aspek penting dalam perencanaan finansial keluarga. Risiko kesehatan atau kecelakaan dapat menggerus tabungan secara signifikan. Karena itu, mempertimbangkan instrumen perlindungan, termasuk asuransi berbasis syariah yang menerapkan prinsip tolong-menolong (tabarru’), dapat menjadi bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

Dalam konteks ini, sejumlah perusahaan asuransi syariah di Indonesia, termasuk Sun Life Syariah, menawarkan produk perlindungan yang dirancang sesuai prinsip syariah. Skema ini memungkinkan peserta saling berbagi risiko secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pada akhirnya, THR bukan sekadar tambahan pendapatan musiman, melainkan peluang untuk memperkuat fondasi keuangan keluarga. Dengan alokasi yang terencana —mulai dari kewajiban, pengurangan utang, konsumsi terukur, pembentukan dana darurat, hingga perlindungan risiko —keluarga dapat menjaga stabilitas finansial tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga setelahnya,” demikian pernyataan manajemen. 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia