THR ASN Cair Rp 11 Triliun, Purbaya Desak Satker Segera Ajukan Pembayaran
JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak cepat mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026. Hingga 9 Maret 2026, pemerintah pusat tercatat telah menyalurkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk sekitar 2 juta pegawai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan anggaran untuk THR dalam posisi aman. Ia mengimbau seluruh kementerian dan lembaga (K/L) agar segera mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) ke Kemenkeu guna mempercepat proses distribusi kepada seluruh personel.
“Sudah Rp 11 triliun. Bukannya uangnya tidak ada, tetapi kadang-kadang kantornya belum minta ke kita. Kalau minta, pasti langsung dicairkan,” ujar Purbaya usai pelantikan pejabat di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (10/3/2026).
Secara rinci, realisasi THR Rp 11 triliun tersebut dialokasikan untuk 825.928 ASN (Rp 6,1 triliun), 295.054 PPPK (Rp 752,82 miliar), 461.119 anggota Polri (Rp 1,8 triliun), 452.874 prajurit TNI (Rp 2,2 triliun), dan 39.486 PPNPN (Rp 153,42 miliar).
Hingga saat ini, sebanyak 8.279 satuan kerja (satker) K/L tercatat telah merampungkan pembayaran. Purbaya menuturkan agar K/L untuk mengajukan pembayaran THR bagi ASN yang belum menerima THR Keagamaan 2026.
“Ada yang belum ngajuin kali tetapi kalau itu udah semuanya udah lengkap. Seharusnya udah merata, kecuali orang yang bagiannya ASN itu belum minta ke kita, kan mesti minta,” tutur dia.
Selain pegawai aktif, penyaluran THR bagi para pensiunan juga telah mencapai progres signifikan. Per 9 Maret 2026, dana sebesar Rp 11,54 triliun telah dikirimkan kepada 3,6 juta pensiunan atau sekitar 94,63% dari target. Distribusi dilakukan melalui PT Taspen Rp 10 triliun dan PT Asabri Rp 1,4 triliun.
Baca Juga:
Lima Strategi Cerdas Mengelola THRSementara itu, realisasi THR bagi ASN di tingkat pemerintah daerah (Pemda) terpantau masih rendah. Baru tiga dari 546 Pemda yang telah menyalurkan dana sebesar Rp 127,6 miliar untuk 16.848 pegawai.
Sebagai informasi, total alokasi THR 2026 mencakup Rp 22,2 triliun untuk ASN Pusat/TNI/Polri dan Rp 20,2 triliun untuk ASN Daerah dari APBD. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa THR tahun ini dibayarkan secara penuh 100%.
“Komponen yang dibayarkan 100% penuh meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






