Jumat, 15 Mei 2026

Ini Tiga Tantangan Dalam Proses Transisi Digital…

Penulis : Lona Olavia
27 Mei 2022 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Komputasi Edge
Komputasi Edge

JAKARTA, investor.id – Schneider Electric TM, pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi meluncurkan hasil temuan dari laporan terbaru IDC White Paper dengan tema “Succeeding at Digital First Connected Operations” yang menyoroti kekuatan edge computing dalam memungkinkan peralihan ke dunia digital-first. Laporan resmi ini memuat respons lebih dari 1.000 profesional di bidang TI dan operasional di bidang industri, kesehatan, pendidikan, dan industri lainnya termasuk rangkaian wawancara mendalam dengan pelaku industri.

Responden berasal dari berbagai negara, mewakili perusahaan- perusahaan di Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Jerman, Inggris, India dan Irlandia. Organisasi-organisasi yang ikut serta berasal dari berbagai skala, dengan jumlah karyawan dari 100 hingga lebih dari 1.000.

"Ketika organisasi berusaha menciptakan pengalaman yang baru atau lebih baik bagi pelanggan dan menjadi lebih efisien secara operasional, meningkatkan keamanan, serta menjadi lebih sustainable, mereka semakin bergantung pada teknologi digital. Laporan ini mengkaji peran penting edge computing dan penerapan edge dalam memungkinkan terjadinya operasional yang saling terhubung secara digital,” ucap Chris Hanley, SVP, Commercial Operations & Global Channels, leading edge commercial strategy, Schneider Electric dalam keterangan resmi, Jumat (27/5/2022).

ADVERTISEMENT

Edge computing merupakah salah satu pendukung utama paradigma digital-first. Faktanya, penggunaan infrastruktur edge yang paling umum adalah sistem keamanan siber (cybersecurity) untuk memantau jaringan operasional secara lokal serta menyimpan dan memproses data operasional untuk dibawa ke cloud

“Untuk meningkatkan cybersecurity (50%) dan ketangguhan dan keandalan system (44%). Namun, ada berbagai tantangan yang harus diatasi organisasi untuk memastikan infrastruktur edge mereka, sehingga operasional mereka yang terhubung menjadi kuat dan dapat diandalkan. Beberapa diantaranya terkait masalah konektivitas dan pemadaman listrik. Sekitar 32% responden mengatakan pernah mengalami kurangnya konektivitas atau konektivitas yang lambat terhadap penerapan edge mereka. Sebanyak 31% pernah mengalami pemadaman listrik atau lonjakan listrik yang berlangsung selama lebih dari 60 detik,” jelasnya.

Berikut adalah tantangan yang harus dihadapi dalam transisi menuju operasional yang terhubung secara digital. Pertama, keamanan. Ada perhatian yang besar mengenai keamanan secara fisik dan siber (cybersecurity) dalam operasional yang terhubung. Hal ini membutuhkan sistem dan proses yang dirancang secara khusus untuk paradigma yang baru ini. Namun, begitu terhubung ke cloud, kekuatan data operasional dapat dimanfaatkan untuk mendorong penggunaan yang baru dan lebih mutakhir.

Kedua, keterampilan. Tenaga kerja perlu memiliki keterampilan yang tepat untuk menjalankan seluruh pengaturan teknologi dan dapat membangun keselarasan secara internal untuk mendorong perubahan. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk melibatkan mitra ekosistem baru di dalam dan luar organisasi.

Ketiga, keandalan. Dengan lebih banyaknya kemampuan operasional lokal didukung secara jarak jauh melalui edge yang terhubung, keandalan menjadi salah satu perhatian utama.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia