Batuk Kencang, Solusi Hadapi Serangan Jantung
JAKARTA – Sebanyak 90% penyebab orang meninggal mendadak adalah serangan jantung yang berkomplikasi. Hindari meninggal mendadak dengan batuk sekuat-kuatnya dan selama mungkin.
Tidak semua penderita menyadari gejala serangan jantung sehingga banyak dari mereka tak tertolong. Salah satu cara yang bisa dilakukan saat terjadi serangan jantung adalah dengan batuk sekuat-kuatnya dan selama mungkin.
Tindakan sederhana dipercaya efektif menghentikan gangguan irama jantung yang menyebabkan penderita meninggal dalam hitungan detik.
Kardiolog Intervensional Rumah Sakit Jantung Diagram Cinere, Jefffrey Wirianta, mengatakan, serangan jantung dan meninggal mendadak akibat jantung adalah dua hal berbeda. Serangan jantung bisa membuat orang meninggal, tapi biasanya dalam hitungan jam. Tetapi kalau serangan jantung sudah berkomplikasi sebagai gangguan irama jantung, dalam hitungan detik meninggal.
“Jadi bukan serangan jantung yang buat mati mendadak, tapi serangan jantung yang berkomplikasi dengan gangguan irama jantung,” kata Jeffrey dalam diskusi awam mengenai penyakit jantung kerja sama RS Diagram Cinere dengan Gereja Kristus Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (6/8).
Jeffrey menjelaskan, serangan jantung terjadi karena pembuluh darah jantung tersumbat. Karena tersumbat, tidak ada suplai darah ke jantung, sehingga berhenti berfungsi atau rusak.
“Gangguan ini menyebabkan generator utama di jantung berhenti berfungsi, lalu diambil alih oleh beberapa generator cadangan yang tiba-tiba aktif sekaligus. Akibatnya jantung seperti menggelepar karena tidak bisa mengikuti kelistrikan yang aktif sekaligus itu,” kata Jeffrey.
Kondisi ini bisa terlihat dari gejala yang ditimbulkan, seperti nyeri hebat di dada lalu menyebar ke leher dan lengan. Dada terasa tertekan dan ditimpa beban, sakit, terjepit, terbakar disertai keringat dan kehilangan kesadaran.
Serangan jantung memang sering terjadi mendadak, dan penderita hanya punya kesadaran selama 10 menit. Dalam waktu yang singkat itu, pertolongan pertama bisa dilakukan, di antaranya batuk sekuat-kuatnya dan selama mungkin. Menurut Jeffrey, batuk akan mengaktifkan saraf vagus, yaitu saraf terpanjang dan paling banyak didistribusikan dalam tubuh manusia, termasuk di jantung. Saraf ini berfungsi sebagai rem jantung, sehingga bekerja menghentikan generator cadangan tersebut.
“Bila saraf vagus ini diaktifkan maka gangguan irama jantung bisa berhenti, sehingga iramanya menjadi normal kembali,” kata dia.
Menurut Jeffrey, meskipun banyak kasus jantung di Indonesia, masyarakat belum cukup kesadaran untuk mendeteksi dan mengatasinya sejak dini. Misalnya saat menghadapi orang yang tiba-tiba pingsan karena serangan jantung, belum secara otomatis melakukan bantuan hidup dasar.
Sedangkan di negara lain bantuan hidup dasar sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan wajib. Tak heran bila ada orang pingsan, masyarakat refleks menolongnya, misalnya dengan memompa jantung atau memberikan nafas buatan. Bantuan hidup dasar ini perlu diajarkan sejak dini dan menjadi bagian dalam pendidikan umum. (sp/b1)
Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/lima-pertolongan-pertama-serangan-jantung/147935
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

