Sabtu, 4 April 2026

Batuk Kencang, Solusi Hadapi Serangan Jantung

Investor.id
9 Aug 2016 | 13:55 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – Sebanyak 90% penyebab orang meninggal mendadak adalah serangan jantung yang berkomplikasi. Hindari meninggal mendadak dengan batuk sekuat-kuatnya dan selama mungkin.


Tidak semua penderita menyadari gejala serangan jantung sehingga banyak dari mereka tak tertolong. Salah satu cara yang bisa dilakukan saat terjadi serangan jantung adalah dengan batuk sekuat-kuatnya dan selama mungkin.

Advertisement


Tindakan sederhana dipercaya efektif menghentikan gangguan irama jantung yang menyebabkan penderita meninggal dalam hitungan detik.


Kardiolog Intervensional Rumah Sakit Jantung Diagram Cinere, Jefffrey Wirianta, mengatakan, serangan jantung dan meninggal mendadak akibat jantung adalah dua hal berbeda. Serangan jantung bisa membuat orang meninggal, tapi biasanya dalam hitungan jam. Tetapi kalau serangan jantung sudah berkomplikasi sebagai gangguan irama jantung, dalam hitungan detik meninggal.


“Jadi bukan serangan jantung yang buat mati mendadak, tapi serangan jantung yang berkomplikasi dengan gangguan irama jantung,” kata Jeffrey dalam diskusi awam mengenai penyakit jantung kerja sama RS Diagram Cinere dengan Gereja Kristus Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (6/8).


Jeffrey menjelaskan, serangan jantung terjadi karena pembuluh darah jantung tersumbat. Karena tersumbat, tidak ada suplai darah ke jantung, sehingga berhenti berfungsi atau rusak.


“Gangguan ini menyebabkan generator utama di jantung berhenti berfungsi, lalu diambil alih oleh beberapa generator cadangan yang tiba-tiba aktif sekaligus. Akibatnya jantung seperti menggelepar karena tidak bisa mengikuti kelistrikan yang aktif sekaligus itu,” kata Jeffrey.


Kondisi ini bisa terlihat dari gejala yang ditimbulkan, seperti nyeri hebat di dada lalu menyebar ke leher dan lengan. Dada terasa tertekan dan ditimpa beban, sakit, terjepit, terbakar disertai keringat dan kehilangan kesadaran.


Serangan jantung memang sering terjadi mendadak, dan penderita hanya punya kesadaran selama 10 menit. Dalam waktu yang singkat itu, pertolongan pertama bisa dilakukan, di antaranya batuk sekuat-kuatnya dan selama mungkin. Menurut Jeffrey, batuk akan mengaktifkan saraf vagus, yaitu saraf terpanjang dan paling banyak didistribusikan dalam tubuh manusia, termasuk di jantung. Saraf ini berfungsi sebagai rem jantung, sehingga bekerja menghentikan generator cadangan tersebut.


“Bila saraf vagus ini diaktifkan maka gangguan irama jantung bisa berhenti, sehingga iramanya menjadi normal kembali,” kata dia.


Menurut Jeffrey, meskipun banyak kasus jantung di Indonesia, masyarakat belum cukup kesadaran untuk mendeteksi dan mengatasinya sejak dini. Misalnya saat menghadapi orang yang tiba-tiba pingsan karena serangan jantung, belum secara otomatis melakukan bantuan hidup dasar.


Sedangkan di negara lain bantuan hidup dasar sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan wajib. Tak heran bila ada orang pingsan, masyarakat refleks menolongnya, misalnya dengan memompa jantung atau memberikan nafas buatan. Bantuan hidup dasar ini perlu diajarkan sejak dini dan menjadi bagian dalam pendidikan umum. (sp/b1)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/lima-pertolongan-pertama-serangan-jantung/147935

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 9 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 13 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 39 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 42 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia