Cuddle Me Indonesia Edukasi Cara Hindari Hip Dysplasia pada Bayi
JAKARTA, investor.id – Nuning Purwaningsih, pemilik PT Kadelmindo Saraya Mapan, produsen Cuddle Me Indonesia, memberikan edukasi cara menghindari hip dysplasia pada bayi.
Hip dysplasia, kata Nuning, merupakan kelainan tulang pinggul pada seseorang dan bisa terjadi sejak baru lahir. Namun, hip dysplasia sukar untuk diketahui karena minimnya screening hip dysplasia pada bayi baru lahir, khususnya di Indonesia.
“Tulang pinggul terdiri atas ball dan socket joint. Normalnya, ball dan socket ini terpasang dengan pas. Namun, pada kasus hip dysplasia atau pada bayi dikenal dengan Developmental Dislocation of the Hip (DDH), ball dan socket ini tidak terpasang dengan pas, yakni ada longgar sehingga rawan sekali terjadi dislokasi ketika bayi bergerak,” kata Nuning dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Selasa, 7 November 2021.
DDH, kata Nuning, biasanya terdeteksi sejak lahir, umumnya ditemui pada bayi perempuan, anak pertama, dan posisi kelahiran sungsang. Beberapa kasus juga ditemui karena keturunan serta kurangnya cairan ketuban.
Namun, kasus DDH ini juga kerap ditemui pada satu tahun pertama kehidupan bayi. Riset yang dilakukan American Academy of Orthopedic Surgeons menunjukkan, bayi yang sering dibedong terlalu ketat bisa membuat dislokasi pada tulang pinggul anak sehingga menyebabkan DDH.
Ternyata, salah satu penyebab hip dysplasia adalah kesalahan dalam menggendong bayi. Kebiasaan menggendong dengan bagian paha menggantung dengan lutut menjuntai lebih rendah dari pinggul.
Cara menggendong ini bisa menyebabkan pinggul menerima beban yang berat dari kaki, sehingga terjadi pergeseran sendi. Hip dysplasia tak menimbulkan rasa nyeri yang membuat kondisi tersebut tak diketahui secara langsung. Salah satu upaya mencegah kondisi hip dysplasia adalah dengan mempelajari cara menggendong bayi yang benar serta menggunakan alat gendong bayi yang tepat.
"Hip dysplasia memang tidak bisa tidak bisa langsung diketahui. Tapi kita bisa mencegahnya dengan belajar gendong bayi menggunakan metode M Shape dan memakai alat gendong yang tepat," ujar Nuning Purwaningsih.
Perempuan asal Malang tersebut menerangkan, menggendong bayi dengan metode M Shape adalah metode paling baik untuk menggendong bayi. Selain itu, alat gendong seperti gendongan ergonomis akan menjaga pertumbuhan tulang bayi sesuai pertumbuhan usianya.
"Menggendong M Shape yakni memposisikan bayi supaya kakinya membentuk huruf M. Posisi ini membuat lutut berada lebih tinggi dari tulang pinggul, sehingga tidak ada beban menggantung. Kondisi hip dysplasia bisa dihindari," jelas dia.
Sedangkan gendongan ergonomis, lanjut Nuning, adalah yang paling disarankan untuk menggendong bayi. Selain baik untuk kesehatan, gendongan model ini akan memberikan rasa nyaman pada ibu dan bayi.
"Seperti produk-produk Cuddle Me Indonesia, kami menciptakan gendongan ergonomis yang ramah untuk ibu dan bayi. Cuddle Me menjadi pelopor SSC Ergonomis pertama di Indonesia. Produk kami tentunya sangat support terhadap tumbuh kembang bayi dan kenyamanan ibu," papar perempuan kelahiran 1979 tersebut.
Meski metode menggendong M Shape ini kerap bertentangan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia zaman dulu, nyatanya kini sudah banyak yang teredukasi mengenai manfaat M shape.
Nuning mengatakan, masyarakat Indonesia zaman dulu menganggap, menggendong bayi dengan metode M Shape akan membuat kaki bayi mengangkang. Padahal, justru metode ini adalah yang paling tepat untuk menjaga tulang bayi yang masih rawan.
"Seiring berjalannya waktu, mulai banyak dokter yang memberikan edukasi pentingnya gendongan ergonomis dan menggendong dengan cara M Shape," jelas dia.
"Bahkan di awal membuat produk gendongan ergonomis, produk Cuddle Me Indonesia sama sekali tak populer. Tapi tidak apa-apa. Saya tetap produksi karena memang tujuannya ingin menciptakan produk yang membantu para ibu dan bayi," tambah dia.
Nuning juga aktif mengedukasi para ibu bersama komunitas maupun pegiat kesehatan serta para dokter mengenai manfaat gendongan ergonomia dan menggendong M Shape. Cuddle Me Indonesia juga bekerja sama dengan rumah sakit yang menangani bayi prematur, di mana produk gendongan ergonomis Cuddle Me Indonesia digunakan sebagai metode perawatan bayi yang masih dalam NICU.
"Saya berharap ibu-ibu yang memiliki bayi atau yang akan punya bayi semakin memperdalam edukasinya terkait merawat dan tumbuh kembang anak. Melalui produk SSC Ergonomis ini Cuddle Me Indonesia ingin berkontribusi dalam pencegahan hip dysplasia yang kerap dialami bayi di Indonesia," kata Nuning.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


