Minggu, 21 Juni 2026

Ilmuwan China Rekayasa Virus Ebola, Gejalanya Mengerikan

Penulis : Grace El Dora
27 Mei 2024 | 11:57 WIB
BAGIKAN
Virus Ebola yang disintesis di laboratorium membunuh hamster, kata para peneliti. (Foto: Unsplash)
Virus Ebola yang disintesis di laboratorium membunuh hamster, kata para peneliti. (Foto: Unsplash)

BEIJING, investor.id – Para ilmuwan di China telah merekayasa virus menggunakan bagian-bagian dari Ebola yang mematikan, untuk mempelajari penyakit ini dan gejala-gejalanya. Sebuah studi yang merinci eksperimen di Hebei Medical University ini telah dipublikasikan di Science Direct.

Para peneliti mencatat, dalam penelitian tersebut mereka menyuntik sekelompok hamster dengan virus mematikan. Hasilnya, hewan-hewan itu mati hanya dalam waktu tiga hari setelah menunjukkan gejala yang mengerikan.

“Hamster tersebut mengembangkan penyakit sistemik parah yang mirip dengan yang diamati pada pasien Ebola pada manusia, termasuk kegagalan sejumlah organ,” jelasnya dalam penelitian tersebut, seperti dikutip Daily Mail belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Untuk penelitian tersebut, tim peneliti China menggunakan penyakit ternak yang menular dan menambahkan protein yang ditemukan di Ebola. Ini memungkinkan virus menginfeksi sel dan menyebar ke seluruh tubuh manusia.

Setelah disuntik, beberapa hamster mengeluarkan cairan di bola matanya sehingga mengganggu penglihatannya dan menutupi permukaan bola matanya.

“Ini merupakan tanda hamster Suriah berusia tiga minggu yang terinfeksi virus memiliki kemungkinan berperan dalam studi gangguan saraf optik yang disebabkan oleh EVD,” kata peneliti.

Di tengah kekhawatiran seputar dugaan kebocoran virus corona di laboratorium yang menyebabkan pandemi, para peneliti mengatakan tujuan mereka adalah menemukan model hewan yang tepat yang dapat dengan aman meniru gejala Ebola di laboratorium.

Virus seperti Ebola membutuhkan fasilitas yang sangat aman yaitu Biosafety Level 4 (BSL-4). Sebagian besar laboratorium di seluruh dunia adalah BSL-2.

Sebagai solusinya, para ilmuwan China menggunakan virus berbeda yang disebut virus stomatitis vesikular (VSV). Mereka merekayasa VSV untuk membawa bagian dari virus Ebola, disebut glikoprotein (GP), yang memainkan peran penting dalam membantu virus masuk dan menginfeksi sel-sel inangnya.

Subjek penelitian meliputi lima ekor hamster betina dan lima ekor hamster jantan.

Ketika mengambil organ dari hewan yang mati tersebut, mereka menemukan virus telah terakumulasi di jantung, hati, limpa, paru-paru, ginjal, lambung, usu, dan jaringan otak.

Menyimpulkan bahwa penelitian tersebut berhasil, para peneliti mencatat percobaan tersebut memberikan evaluasi praklinis yang cepat terhadap tindakan medis terhadap Ebola dalam kondisi BLS-2.

Terakhir kali infeksi besar Ebola dilaporkan di dunia adalah pada 2014 hingga 2016 di beberapa negara Afrika Barat, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia