Peran AI dalam Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan di Indonesia
JAKARTA, investor.id — Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai berpotensi menjadi kunci dalam menutup kesenjangan akses dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, di tengah meningkatnya biaya medis dan tantangan struktural sistem kesehatan nasional.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Perspektif Medix tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan” yang diselenggarakan Medix Global di Jakarta, pada Selasa (14/01/2026). Forum ini menghadirkan Founder dan CEO Medix Global, Sigal Atzmon serta Chief Business Officer Jonathan Sternberg, untuk membahas dinamika sektor kesehatan dan asuransi di Indonesia.
Medix Global menilai Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di Asia Tenggara, seiring pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan posisi Indonesia sebagai bagian dari G20. Namun, di balik capaian makroekonomi tersebut, sistem kesehatan nasional masih menghadapi tantangan serius, mulai dari ketimpangan akses layanan, keterbatasan tenaga kesehatan, fragmentasi data medis, hingga tekanan inflasi biaya kesehatan.
Catatan Medix menunjukkan, inflasi biaya medis di Indonesia pada 2025 diperkirakan mendekati 20%, jauh di atas rata-rata negara Asia lainnya. Kondisi ini mendorong penyesuaian premi asuransi kesehatan dan meningkatkan risiko keterjangkauan layanan bagi masyarakat. Dalam konteks ini, teknologi digital dan AI dipandang sebagai instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan sistem kesehatan.
“AI membuka peluang besar untuk memperbaiki hasil layanan kesehatan tanpa memperbesar beban biaya. AI memungkinkan layanan kesehatan yang lebih presisi, personal, dan berbasis data, sekaligus membantu mengendalikan inflasi biaya medis,” ujar Atzmon.
Atzmon menjelaskan bahwa Medix memanfaatkan AI dan analitik data yang dikombinasikan dengan keahlian klinis untuk mendukung layanan kesehatan virtual, navigasi perawatan pasien, pencegahan penyakit, hingga dukungan kesehatan mental. AI juga digunakan sebagai clinical decision support guna membantu tenaga medis mengurangi risiko kesalahan diagnosis maupun pengambilan keputusan klinis.
“2025 menjadi tahun yang sangat penting bagi Medix di Indonesia. Kami menjalin kemitraan baru dan meluncurkan aplikasi milik Medix yang sepenuhnya tersedia dalam Bahasa Indonesia. Aplikasi ini memanfaatkan solusi digital canggih untuk memastikan setiap konsumen di Indonesia dapat mengelola perawatan kesehatannya secara personal dan menyeluruh,” tambahnya.
Medix pun menelaah integrasi AI dalam alur kerja klinis agar teknologi hanya berperan ketika dibutuhkan, sebagai penguat pertimbangan medis, bukan pengganti tenaga kesehatan. Berbagai studi menunjukkan bahwa dukungan AI dapat menurunkan tingkat kesalahan klinis dan meningkatkan akurasi rekomendasi pengobatan.
Penerapan AI juga mencakup bidang radiologi dan patologi berbasis algoritma, analisis data genetik, validasi pedoman medis, hingga penyaringan uji klinis global. Menurut Medix, pendekatan ini membantu memastikan setiap keputusan medis diuji secara menyeluruh dengan standar berbasis bukti.
Sementara itu, Sternberg menekankan pentingnya transparansi dan pemberdayaan pasien dalam ekosistem kesehatan.
“Solusi berbasis AI dan data dapat mentransformasi rantai nilai layanan kesehatan, dari pencegahan hingga pengelolaan penyakit kronis, sehingga masyarakat dapat mengelola kesehatannya secara lebih personal dan berkelanjutan,” katanya.
Sternberg juga menyoroti masih terbatasnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan domestik, yang mendorong sebagian pasien mencari perawatan ke luar negeri dengan biaya lebih tinggi. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap layanan kesehatan dalam negeri.
Di sisi regulasi, Medix mencatat peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat tata kelola asuransi kesehatan, termasuk melalui penerapan kebijakan co-payment dan kewajiban dewan penasihat medis. Kebijakan ini dinilai dapat mendorong praktik yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Sejak beroperasi di Indonesia, Medix mengklaim telah membantu anggotanya menghindari biaya medis yang tidak perlu, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mendorong pendekatan preventif dan pengelolaan penyakit kronis yang lebih efektif. Ke depan, Indonesia tetap menjadi salah satu fokus utama Medix di kawasan, seiring komitmen untuk mendukung pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.
"Selama lebih dari 12 tahun, kami berhasil membantu 20,3% anggotanya terhindar dari biaya yang tidak perlu serta tindakan medis besar yang sebenarnya dapat dihindari. Selain itu, 51% anggota menerima rencana perawatan yang lebih akurat dan personal, sementara Medix memberikan dampak pada proses diagnosis dalam 21,7% kasus medis," ungkap Atzmon.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



