Minggu, 21 Juni 2026

9 Persiapan Haji untuk Lansia dan Penderita Penyakit Kronik

Penulis : Mardiana Makmun
23 Apr 2026 | 06:29 WIB
BAGIKAN
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Makassar mengikuti prosesi pemberangkatan di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda/wsj)
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Makassar mengikuti prosesi pemberangkatan di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda/wsj)

JAKARTA, investor.id – Jamaah haji Indonesia kloter pertama akan tiba di Saudi Arabia pada 22 April 2026. Sebelum berangkat, ada baiknya jamaah haji terutama lansia dan penderita penyakit kronik menyiapkan beberapa hal terkait kesehatan.

Laman Nusuk Haji Saudi Arabia (https://hajj.nusuk.sa/nusuk/health/guidelines) per 21 April 2026 memberikan sembilan rekomendasi bagi jamaah Haji yang masuk dalam kelompok lanjut usia dan juga mereka yang punya penyakit kronik.

“Rekomendasi ini tentunya perlu jadi perhatian jamaah haji dan petugas kesehatan haji kita,” kata Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT
  1. Konsultasi Kesehatan

Para calon jamaah haji lansia dan berpenyakit kronik disarankan melakukan konsultasi kesehatan sebelum berangkat. Secara jelas disebutkan bahwa yang dimaksud penyakit kronik berat mencakup kanker lanjut, penyakit paru dan jantung, penyakit hati dan ginjal yang lanjut dan senilitas.

“Jamaah haji ini harus berkonsultasi pada petugas kesehatan untuk menilai kesiapan fisiknya dan juga kondisi kesehatannya secara keseluruhan,” ujar Prof Tjandra, mantan Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah 1990 – 1991 dan Ketua Team Pengawasan Pengendalian (WasDal)l Kesehatan Haji Indonesia 2013.

  1. Siapkan Dokumentasi Medik

Jamaah haji harus menyiapkan dokumentasi medik terkait penyakit yang dideritanya. Dokumen ini harus diperoleh dari petugas kesehatan yang memeriksanya di tanah air, dan harus berisi informasi rinci  tentang kondisi kesehatannya, obat-obat yang diresepkan untuk dikonsumsi, dan berbagai informasi terkait lainnya.

  1. Membawa obat-obatan

Rekomendasi ke tiga adalah tentang obat-obatan. Jemaah haji harus membawa obat-obat yang mereka perlukan dalam jumlah yang mencukupi untuk selama di Saudi Arabia. Juga dianjurkan untuk membawa informasi nama generik dari obat yang dibawa, karena nama /merek dagang obat di Saudi  Arabia mungkin berbeda dengan nama di tanah air.

  1. Sesuaikan Waktu Minum Obat

Jamaah haji direkomendasikan untuk menyiapkan kemungkinan penyesuaian waktu dari obat yang dikonsumsi selama di Saudi Arabia, tentu setelah berkonsultasi dengan dokternya. Dalam hal ini jamaah perlu mempertimbangkan perbedaan waktu antara Saudi Arabia dengan negara kita, jadual keberangkatan dan kepulangan serta faktor terkait lainnya.

  1. Status Vaksinasi

Jamaah haji harus menyiapkan status vaksinasi. Laman Nusuk Haji menyebutkan bahwa para jemaah (secara umum dari berbagai negara di dunia) perlu meng update status vaksinasi mereka, termasuk untuk penyakit menular seperti diphtheria, tetanus, pertussis, polio, campak (measles), varicella, dan mumps.

  1. Memastikan Alat Kesehatan Khusus Berfungsi Baik

Jamaah haji yang memerlukan peralatan khusus sehari-hari harus memastikan bahwa alat-alat itu dapat berfungsi baik, baterainya cukup, dan juga pelengkap lainnya. Alat kesehatan yang disebut antara lain adalah pembantu pernapasan, alat bantu dengar, implan koklear, dan lain-lain.

  1. Siapkan Kursi Roda

Jamaah haji yang memang memerlukan kursi roda direkomendasikan untuk membawa kursi roda dan ada keluarga atau kerabat yang siap untuk mendorongnya. Disebut juga untuk menyiapkan bagaimana mengatasi kalau ban kursi rodanya bocor atau kalau diperlukan maka  dapat membeli kursi roda di toko farmasi di Makkah.

  1. Siapkan Kebugaran Fisik

Jamaah lansia dan yang berpenyakit kronik dianjurkan untuk menghindari aktifitas fisik berlebihan dan memberi prioritas bagi kesehatan. Mereka juga dianjurkan untuk menggunakan kursi roda pada saat Tawaf dan Sai antara Safa dan Marwa dan juga pada keadaan-keadaan lain yang diperlukan.

“Memang laman Nusuk Haji ini hanya menyebut tentang kursi roda, tetapi kita tahu bahwa ada modalitas transportasi elektronik yang kini tersedia untuk Tawaf dan Sai ini,” kata Prof Tjandra.

  1. Siapkan Penanganan Kesehatan

Jamaah haji juga harus memastikan agar segera mendapat penanganan kesehatan bila diperlukan. Berbagai keadaan kesehatan yang harus jadi perhatian jamaah haji lansia dan yang berpenyakit kronik, yaitu antara lain nyeri dada, sesak napas, berbagai komplikasi yang berhubungan dengan gula darah atau masalah kesehatan lain, yang memang perlu untuk segera memeriksakan diri.

“Ditegaskan bahwa jamaah haji lansia dan berpenyakit kronik harus selalu memberi prioritas penting bagi keadaan kesehatannya selama menjalankan ibadah haji,” ujar Prof Tjandra yang kini menjabat Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia