Telekonsultasi Jadi Solusi Efisiensi Sistem Kesehatan
JAKARTA, investor.id – Menjelang Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, Halodoc, sebagai ekosistem layanan kesehatan digital di Indonesia, merilis laporan kesehatan berbasis data, Indonesia Health Insights Q2 2026, dengan tema “Peran Telekonsultasi dalam Mengurangi Kunjungan Offline Rawat Jalan yang Tidak Diperlukan”.
Bersamaan dengan tekanan biaya layanan kesehatan yang terus meningkat, laporan ini menegaskan bahwa kesehatan karyawan atau talenta merupakan aset utama bagi perusahaan, dan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas sehari-hari
Selain itu, Indonesia Health Insights mengungkap bahwa sebagian besar keluhan medis yang bersifat umum dapat ditangani secara digital tanpa tatap muka, sehingga kunjungan fisik hanya menjadi tujuan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan tindakan fisik lanjutan dengan tenaga medis.
Hasil dari integrasi layanan telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan, terbukti dapat menyelesaikan hingga 95% kasus kronis (kondisi yang memerlukan pemantauan konsisten jangka panjang) dan 94% kasus akut (datang tiba-tiba dan mendorong pasien untuk segera mengambil keputusan) tanpa kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan dalam periode observasi 30, 60, hingga 90 hari.
“Menjaga kesehatan karyawan adalah investasi strategis. Karyawan yang harus menempuh perjalanan dan antrian panjang ke fasilitas kesehatan offline cenderung menunda pengobatan, yang berisiko memperburuk kondisi sekaligus meningkatkan biaya di kemudian hari,” kata Thomas Suhardja, Chief Human Capital Halodoc dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Dengan mengintegrasikan ekosistem Halodoc sebagai tunjangan kesehatan karyawan, lanjut dia, perusahaan dapat menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan hassle-free, sekaligus berpotensi menekan biaya kesehatan hingga 15% dalam satu tahun melalui layanan telekonsultasi atau Digital Cashless Outpatient (DCO).
“Penghematan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawan”, tambah Thomas.
Kesehatan Karyawan
Bersamaan dengan tekanan biaya layanan kesehatan yang terus meningkat, laporan ini menegaskan bahwa kesehatan karyawan atau talenta merupakan aset utama bagi perusahaan, dan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas sehari-hari.
Laporan ini juga membuktikan efisiensi dan tunjangan kesehatan karyawan dapat berjalan beriringan dengan pendekatan digital-first melalui layanan telekonsultasi yang menawarkan solusi yang nyaman dan terjangkau bagi perusahaan.
Dengan inflasi medis Indonesia yang diproyeksikan mencapai 15,1% pada 20261(kelima tertinggi di asia pasifik dan melampaui rata-rata global), tekanan terhadap anggaran kesehatan perusahaan semakin nyata.
Di saat yang sama, lebih dari 69% populasi Indonesia berada di usia produktif2, menjadikan kesehatan karyawan bukan sekadar benefit, melainkan aset strategis yang langsung mempengaruhi produktivitas dan daya saing bisnis.
Namun, ketergantungan pada sistem layanan kesehatan offline justru menciptakan inefisiensi ganda: waktu kerja karyawan terbuang karena antrian, sementara klaim outpatient care terus membebani anggaran perusahaan, tanpa menjamin karyawan mendapat penanganan yang tepat waktu dan sasaran.
Dalam perilisan laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 oleh Halodoc, Thomas mengatakan, produktivitas bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan, tapi seberapa optimal seseorang bisa berkontribusi ketika kondisi fisik dan mentalnya benar-benar terjaga.
“Tugas praktisi HR bukan hanya merekrut dan mengelola, tapi memastikan setiap karyawan punya fondasi yang kuat untuk berkembang, dan menjaga kesehatan dengan baik, baik itu fisik maupun mental,” ujarnya.
Ekosistem Terintegrasi Halodoc for Business
Halodoc for Business menghadirkan rangkaian layanan kesehatan terintegrasi dalam satu ekosistem digital dengan visi simplifying healthcare bagi mitra perusahaan dan karyawan sebagai pasien yaitu Digital Cashless Outpatient (DCO). Layanan konsultasi dokter online 24 jam dan pengiriman obat cashless yang tersambung langsung dengan asuransi kesehatan karyawan melalui aplikasi Halodoc.
Selanjutnya, Third Party Administrator (TPA). Sistem pemrosesan klaim berbasis teknologi AI yang mampu menekan biaya operasional hingga 18%, dengan tetap menjaga akurasi tinggi dalam verifikasi dokumen dan validasi klaim.
“Tentunya telekonsultasi tidak menggantikan layanan pemeriksaan secara langsung, tapi jika dibutuhkan untuk melakukan kunjungan fisik, dapat menjadi lebih selektif dan tepat sasaran,” kata Puspa Angelia, Head of Business Strategy Halodoc.
Dengan pendekatan digital-first dan integrasi ekosistem layanan kesehatan, lanjut dia, Halodoc for Business memposisikan telekonsultasi sebagai strategi perusahaan yang efektif, yang dapat membantu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan tanpa harus berujung pada kunjungan fisik yang tidak perlu, serta mendorong efisiensi sistem kesehatan perusahaan secara menyeluruh.
Indonesia Health Insights mengungkap bahwa sebagian besar keluhan medis yang bersifat umum dapat ditangani secara digital tanpa tatap muka, sehingga kunjungan fisik hanya menjadi tujuan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan tindakan fisik lanjutan dengan tenaga medis.
Hasil dari integrasi layanan telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan, terbukti dapat menyelesaikan hingga 95% kasus kronis (kondisi yang memerlukan pemantauan konsisten jangka panjang) dan 94% kasus akut (datang tiba-tiba dan mendorong pasien untuk segera mengambil keputusan) tanpa kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan dalam periode observasi 30, 60, hingga 90 hari.
“Menjaga kesehatan karyawan adalah investasi strategis. Karyawan yang harus menempuh perjalanan dan antrian panjang ke fasilitas kesehatan offline cenderung menunda pengobatan, yang berisiko memperburuk kondisi sekaligus meningkatkan biaya di kemudian hari,” kata Thomas.
Dengan mengintegrasikan ekosistem Halodoc sebagai tunjangan kesehatan karyawan, perusahaan dapat menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan hassle-free, sekaligus berpotensi menekan biaya kesehatan hingga 15% dalam satu tahun melalui layanan telekonsultasi atau Digital Cashless Outpatient (DCO).
“Penghematan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawan”, tambah Thomas.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






