Jumat, 15 Mei 2026

BI: Utang Luar Negeri Turun Jadi US$ 398,3 Miliar pada Mei 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Jul 2023 | 11:13 WIB
BAGIKAN
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati

JAKARTA, Investor.id –  Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir Mei 2023 senilai US$ 398,3 miliar, turun dari dengan posisi akhir April 2023 sebesar US$ 403 miliar .

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, utang luar negeri Indonesia secara tahunan berkontraksi 1,7% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya hanya 1,3% (yoy).

“Kontraksi pertumbuhan ULN ini terutama bersumber dari penurunan ULN sektor swasta,” ucap Erwin dalam siaran pers yang diterima pada Senin (17/7/2023).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, utang luar negeri pemerintah turun, dibandingkan dengan bulan April. Posisi utang luar negeri pemerintah pada akhir Mei 2023 tercatat sebesar US$ 192,6 miliar, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 194,1 miliar, atau secara tahunan tumbuh 2,3% (yoy). Penurunan posisi ULN pemerintah disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman luar negeri dan beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo.

Pemerintah tetap berkomitmen mengelola utang luar negeri secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara tepat waktu. 

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan utang luar negeri pemerintah terus diarahkan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif dan belanja prioritas, khususnya dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Dukungan utang luar negeri tersebut mencakup antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,1% dari total utang luar negeri pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9%); jasa pendidikan (16,8%); konstruksi (14,2%); serta jasa keuangan dan asuransi (10,2%).

“Posisi utang luar negeri pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh utang luar negeri memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8% dari total utang luar negeri pemerintah,” kata Erwin.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia