Sabtu, 4 April 2026

Realisasi Belanja Negara Terkontraksi 4,1%, Ini Penyebabnya

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Des 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Sri Mulyani menyebutkan realisasi APBN mengalami surplus sebesar Rp67,7 triliun hingga September 2023 atau setara 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan surplus APBN pada September 2022 yang tercatat sebesar Rp60,9 triliun. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Sri Mulyani menyebutkan realisasi APBN mengalami surplus sebesar Rp67,7 triliun hingga September 2023 atau setara 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan surplus APBN pada September 2022 yang tercatat sebesar Rp60,9 triliun. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan menyatakan realisasi belanja negara mencapai Rp 2.588,2 triliun atau 84,55% pagu APBN, atau 83,03% pagu Perpres 75/2023 hingga 12 Desember 2023. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya belanja negara mengalami kontraksi 4,1%.

“Belanja negara masih kontraksi 4,1% dari tahun lalu pada 12 Desember 2022 yang mencapai Rp 2.698 triliun penyebabnya bukan karean belanja K/L menurun tetapi karena harga minyak turun,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (15/12/2023).

Belanja negara terbagi dalam belanja pemerintah pusat senilai Rp 1.840,4 triliun (81,9% dari pagu APBN) dan Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp 747,8 triliun (91,8% dari pagu) . Adapun realisasi belanja pemerintah pusat ditopang oleh belanja K/L sebesar Rp 946,1 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 894,3 triliun.

Advertisement

Belanja K/L digunakan untuk dukungan persiapan pelaksanaan pemilu, pelaksanaan pembangunan IKN, percepatan penyelesaian infrastruktur prioritas, penyaluran berbagai bansos. Sedangkan belanja non K/L digunakan untuk subsidi pupuk, kartu prakerja, serta pembayaran, subsidi, dan kompensasi (BBM dan listrik).

“Realisasi belanja non K/L akan meningkat seiring proses pembayaran berbagai program, termasuk subsidi dan kompensasi di Bulan Desember, “ucap Sri Mulyani.

Dari jumlah belanja pemerinta pusat sebanyak 57,6% atau sebesar Rp 1.060,0 triliun merupakan belanja yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik di sektor perlindungan sosial, petani, dan UMKM, sektor Pendidikan, dan sektor infrastruktur.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 17 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 49 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 50 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 1 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 1 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia