Minggu, 21 Juni 2026

Penerimaan Pajak Tumbuh 30,4%, Belanja Negara akan Dipacu Lebih Cepat

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Mar 2026 | 15:17 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. (Dok. Kemenkeu)
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. (Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah telah mengumpulkan setoran penerimaan pajak senilai Rp 245,1 triliun per 28 Februari 2026. Secara tahunan terjadi pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 30,4%. Adapun penerimaan pajak pada Februari 2025 sebesar Rp 188 triliun.

“Penerimaan pajak meningkat, kalau anda hitung ada kenaikan Rp 57 triliun dari periode Februari 2025. Ini cash yang benar-benar masuk sehingga belanja negara bisa berjalan lebih cepat,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi Maret 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (11/3/2026).

Realisasi belanja negara mencapai Rp 493,8 triliun atau meloncat tajam hingga 41,9% secara tahunan. Bila dirinci, belanja negara senilai Rp 493,8 triliun terbagi dalam belanja pemerintah pusat senilai Rp 346,1 triliun dan transfer ke daerah senilai Rp 147,7 triliun.

ADVERTISEMENT

Suahasil mengatakan, saat terjadi kenaikan penerimaan pajak maka pemerintah dapat menjalankan belanja negara lebih cepat. Apalagi pemerintah mengupayakan agar belanja negara dapat dilakukan secara merata sejak awal tahun anggaran.

“Belanja bisa lebih cepat dengan APBN yang tetap baik karena ada peningkatan dalam peningkatan pendapatan negara terutama dari pajak,” tuturnya.

Bila dirinci, realisasi penerimaan pajak terbagi dalam lima jenis. Pertama realisasi Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar Rp 23,7 triliun per 28 Februari 2026. Realisasi PPh badan tumbuh 4,4% secara tahunan.

Kedua, yaitu realisasi PPh Orang Pribadi dan dan PPh 21 sebesar Rp 29 triliun per 28 Februari 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terjadi pertumbuhan 3,4%. Ketiga, yaitu realisasi PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 sebesar Rp 52,2 triliun per 28 Februari 2026. Bila dibandingkan dengan periode Februari 2025  tercatat tumbuh 4,4%.

Keempat, yaitu realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 85,9 triliun per 28 Februari 2026. Secara tahunan jenis pajak ini melonjak hingga 97,4%. Kelima, realisasi jenis pajak lainnya mencapai Rp 54,4 triliun atau tumbuh 24,2% secara tahunan.

“PPN dan PPnBM dibayar kalau ada transaksi. Jadi kalau ada transaksi dan PPN dibayar ini menunjukan bahwa aktivitas ekonomi berjalan terus,” pungkas Suahasil.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 31 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia