Bahas Upaya Dongkrak Ekonomi Jatim, IDRT Hadirkan Emil Dardak dan Tony Wenas
SURABAYA, investor.id - Bagian dari rangkaian Investor Daily Summit (IDS) 2024, Investor Daily Roundtable (IDRT) membahas upaya untuk mendongkrak ekonomi Jawa Timur (Jatim). Perkembangan ekonomi Jatim menarik untuk dibahas karena provinsi ini penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) terbesar kedua di Indonesia. Selain itu, dengan potensi yang ada bagaimana provinsi Jatim dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Investor Daily Roundtable (IDRT) digelar di Morazen Hotel, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Pada edisi kali ini, IDRT menghadirkan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024, Emil Dardak dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas. Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita sebagai moderator akan duduk bersama kedua narasumber tersebut untuk membahas bagaimana upaya untuk mendongkrak ekonomi Jatim melalui kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik dan investasi.
Pertumbuhan ekonomi Jatim di tahun 2023 mencapai 4,9% sehingga capaian produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim setidaknya memberi kontribusi sekitar 24,99% terhadap PDRB di pulau Jawa. Dengan demikian, PDRB Jatim berkontribusi hingga 14,22% terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Karena itu, Jatim menargetkan kenaikan 80% dari realisasi investasi 2023 pada tahun 2024. Untuk meningkatkan realisasi investasi ini tentu memerlukan strategi. Namun dengan adanya KEK Gresik, peluang kenaikan investasi tersebut akan terbuka lebar. Untuk diketahui pada 2023, realisasi investasi di Jawa Timur mencapai Rp 145,1 triliun terdiri dari Rp74,9 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp70,2 triliun untuk penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI).
Dengan kehadiran smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), tentu menjadi peluang bagi kabupaten Gresik sekaligus provinsi Jatim untuk menambah nilai investasi. Selain untuk menyerap tenaga kerja dan bertambahnya infrastruktur, kehadiran smelter tersebut memberi kesempatan bagi Jatim untuk mengembangkan industri katoda tembaga sebagai turunan hasil pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga.
Smelter PTFI ini merupakan fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga kedua milik PTFI yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jatim yang dioperasikan dengan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE). Luas kawasan smelter ini mencapai 100 hektar. Hingga akhir 2023, PTFI telah menginvestasikan US$3,1 miliar atau sekitar Rp 48 triliun untuk pembangunan smelter ini.
Dalam proses pembangunannya, smelter PTFI ini telah memberikan multiplier effect kepada ekonomi lokal. Mulai dari penyerapan 40 ribu tenaga kerja dimana 60% di antaranya adalah warga Jatim dan perputaran ekonomi senilai Rp 2 triliun khusus bidang services, seperti katering, angkutan pekerja, penginapan pekerja, jasa kebersihan, perusahaan penyalur tenaga kerja, hingga ATK (alat tulis kantor). Nilai sebesar itu meliputi 1.600 kontrak dengan perusahaan kecil lokal di Gresik maupun Jatim. Lantas, nilai ini akan bertambah ketika smelter ini benar-benar beroperasi.
Smelter PTFI sendiri berkapasitas pengolahan konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun, yang menjadikan smelter ini sebagai tempat pengolahan tembaga terbesar di dunia. Smelter ini akan menjadi smelter jalur tunggal (single-line smelter) terbesar di dunia. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu khawatir karena smelter ini telah dirancang ramah lingkungan yakni menggunakan teknologi Outotec dari Finlandia yang dapat mengurangi emisi.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




