Sabtu, 4 April 2026

BPS: Generasi Alpha hingga Milenial Sokong Perekonomian Kelas Menengah

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Aug 2024 | 19:56 WIB
BAGIKAN
Pekerja berjalan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt)
Pekerja berjalan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia didominasi oleh generasi alpha hingga milenial. Hal tersebut menunjukkan bahwa generasi muda berperan dalam menjaga laju perekonomian kelas menengah.

Jika dirinci persentase generasi milenial dalam kelas menengah mencapai 24,6%, generasi Z sebanyak 24,12%, dan generasi alpha sebanyak 12,77%. Generasi milenial merupakan penduduk dengan tahun kelahiran 1981 sampai dengan 1995. Generasi Z merupakan penduduk dengan tahun kelahiran 1997 sampai dengan 2012. Generasi alpha merupakan penduduk dengan tahun kelahiran 2013 sampai dengan 2024.

“Kalau kita lihat usia dari penduduk kelas menengah sekitar 1 dari 3 penduduk kelas menengah itu merupakan generasi Z dan generasi alpha,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantor BPS pada Jumat (30/8/2024).

Advertisement

Kelas menengah di Indonesia pada 2024 adalah mereka yang memiliki pengeluaran per kapita per bulan antara Rp 2.040.262 sampai dengan Rp 9.909.844. Sedangkan untuk masyarakat dalam kelompok masyarakat menuju kelas menengah jumlah penduduk yang termasuk dalam generasi X sebanyak 24,06%, generasi Z sebanyak 25,45%, dan generasi alpha sebanyak 16,58%.

Jika dilihat dari sisi jenis pekerjaan kelas menengah yang bekerja di sektor formal sebanyak 59,36% dan informal sebanyak 40,64% pada tahun 2024. Jika dirinci jenis pekerjaan kelas menengah yaitu berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar sebanyak 5,6%; buruh karyawan/pegawai sebanyak 53,76%; berusaha sendiri sebanyak 21,2%; berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar sebanyak 9,63%; pekerja bebas sebanyak 3,56%; dan pekerja keluarga/tidak dibayar sebanyak 6,25%.

“Jadi ini kita lihat dari status pekerjaan dari kelas menengah, mayoritas pekerja kelas menengah berstatus formal,” terang Amalia.

Jumlah kelas menengah berdasarkan hasil Susenas Maret 2024 mencapai mencapai 47,85 juta orang (17,13%). Sedangkan menuju kelas menengah sebanyak 137,50 juta orang atau sekitar 49,22% dari total penduduk. Dengan demikian, sebanyak 185,35 juta orang Indonesia (66,35%) pada 2024 merupakan kelas menengah dan menuju kelas menengah.

Amalia mengatakan dalam 5 tahun terakhir proporsi pekerja kelas menengah yang berstatus formal mengalami penurunan sedikit dari 61,71% di tahun 2019 menjadi 59,36% di tahun 2024. Masyarakat dalam kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah memiliki peran hingga 81,49% ke konsumsi masyarakat.

Kelas menengah Indonesia memiliki peran besar dalam mendukung perekonomian nasional. Oleh karena itu, desain kebijakan yang berfokus pada kelas menengah khususnya penguatan daya beli, diperlukan untuk memperkokoh fondasi perekonomian Indonesia.

“Ini yang menjelaskan betapa pentingnya kelas menengah dan aspiring middle class atau kelompok yang menuju ke kelas menengah kenapa penting karena besaran pengeluaran mereka, besaran konsumsi mereka itu sekitar 82% dari total konsumsi masyarakat,” pungkas dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 13 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 28 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 2 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 2 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia